Jejakberita. Com, Ambon, 28 November 2025 — Industri minyak atsiri lokal dari Maluku kembali mencatat tonggak penting. Minyak Atsiri Duskar Wangi, produk unggulan Kelompok Bunga Tani binaan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Wayame, resmi mengantongi sertifikat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Capaian ini membuka peluang besar bagi produk minyak kayu putih, minyak serai merah, dan minyak cengkeh untuk menembus pasar nasional bahkan global.
Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail, menyebut sertifikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BPOM Ambon dan Pertamina Patra Niaga.
Menurutnya, pendampingan intensif yang diberikan telah meningkatkan standar produksi masyarakat binaan hingga memenuhi persyaratan keamanan dan mutu BPOM.
“Pendampingan sertifikasi dan registrasi ini membuka banyak kesempatan baru bagi Kelompok Bunga Tani. Akses mereka ke pasar yang lebih besar akan meningkat dan tentu berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Ini bukti kualitas produk lokal yang mampu bersaing,” ujar Tamran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa Program Atsiri Duskar Wangi dikembangkan dengan melihat potensi besar masyarakat di Dusun Kranjang, Desa Wayame, Maluku, sebagai penghasil minyak atsiri berkualitas.
Setelah tiga tahun pendampingan teknis, pelatihan, dan pembinaan, produk tersebut akhirnya memperoleh izin edar resmi.
“Sertifikat BPOM ini merupakan jaminan kualitas dan keamanan produk minyak atsiri Kelompok Bunga Tani. Dengan standar BPOM, kepercayaan konsumen semakin meningkat, sehingga daya saing produk bisa naik dan membuka peluang pasar lebih luas—baik di tingkat lokal hingga internasional,” jelas Ispiani.
Lebih jauh, Program Atsiri Duskar Wangi juga mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM.
Program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya memberdayakan ekonomi desa, tetapi juga menciptakan peluang kerja yang layak. Dengan adanya izin edar BPOM, produk lokal berkualitas tinggi ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mendorong perekonomian yang merata dan berkelanjutan.
Ini komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus memperkuat pengembangan produk unggulan daerah,” tambah Ispiani.
Dengan sertifikasi ini, Minyak Atsiri Duskar Wangi diharapkan menjadi ikon baru produk asli Maluku yang mampu berbicara di panggung nasional dan global. (JB-01)






