Elvis Kolelsy: Kritik Julius R. Latumaerissa Terlalu Tendensius, Pemerintahan HL-AV Layak Diberi Kesempatan

Artikel1417 Dilihat

Jb. Com, Ambon — Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, HL dan AV, yang baru berusia empat bulan kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari akademisi dan pemerhati Maluku di perantauan, Julius R. Latumaerissa Namun, kritik tersebut menuai tanggapan dari tokoh lokal di Maluku, Drs. Elvis Kolelsy, M.Si.

Sebagai Ketua DPD Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Maluku dan pemerhati sosial, Elvis menilai komentar Yulis tidak berdiri di atas data yang akurat, bahkan cenderung subjektif.

“Kritik itu sah dalam demokrasi. Tapi kalau sejak awal tidak suka, maka sebaik apapun yang dilakukan akan tampak buruk. Itu soal sudut pandang. Orang tua bilang, kalau sudah tidak suka orang, kaca mata yang dipakai pun pasti buram,” kata Elvis kepada Media ini, pada Kamis (26/6/2025).

Elvis menjelaskan bahwa dalam waktu yang masih singkat, pemerintahan HL dan AV telah melakukan sejumlah langkah konkret, terutama di bidang pendidikan dan tata kelola keuangan.

“Saya juga termasuk yang awalnya mengkritisi. Tapi saya melihat sendiri bahwa proses perbaikan sudah berjalan. Penataan administrasi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan lebih efisien,” ungkapnya.

Menurut dia, justru langkah-langkah kecil yang dilakukan dari awal itu menjadi pondasi menuju perbaikan yang lebih luas.

Pemimpin Harus Turun ke Masyarakat

Kritik Latumaerissa yang menyebut HL-AV terlalu sering melakukan kunjungan ke daerah-daerah dinilai tidak berdasar. Elvis justru memandang, kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat adalah cara kerja yang efektif dan diperlukan.

“Kalau hanya duduk di belakang meja, bagaimana bisa tahu penderitaan masyarakat? Turun ke got, masuk ke lorong-lorong, itu bagian dari menyatu dengan rakyat. Justru itu membedakan antara pemimpin yang bekerja dan yang sekadar berteori,” tegasnya.

Ia menyindir bahwa pengamat atau penonton kadang lebih pintar dari pemain. Namun, kenyataannya yang berada di lapanganlah yang menanggung beban sesungguhnya.

Kritik yang Tulus, Bukan Retorika

Elvis juga menantang sikap Yulis yang dinilainya terlalu akademis dan jauh dari praktik nyata. “Kalau memang peduli dengan Maluku, jangan hanya berbicara dari kejauhan. Datang, temui Gubernur dan Wakil Gubernur, duduk bersama, sampaikan masukan dan solusi,” ujarnya.

Bagi Elvis, kritik yang membangun bukan soal gaya bahasa, tetapi niat tulus untuk membawa perubahan. “Kalau tujuannya membangun, pasti akan bicara dari hati ke hati, bukan hanya beretorika di media,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Elvis mengajak semua pihak untuk bersikap adil dalam menilai pemerintahan yang sedang berjalan, sembari mengakui bahwa tidak ada kepemimpinan yang sempurna.

“Sekurang-kurangnya seseorang pasti punya kelebihan, dan selebih-lebihnya seseorang pasti punya kekurangan. Mari kita saling memperbaiki, bukan saling menjatuhkan,” pungkasnya.

TABEA NEWO’RY.

Tinggalkan Balasan