Jb. Com , Ambon — Seragam loreng Serma Philips Wahelatoan tampak mencolok di antara para relawan di Dapur Sehat Yayasan Pelita Prabu Berjaya, Lorong Coker, Kelurahan Kudamati 2, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Kamis pagi, 12 Juni 2025. Ia bukan datang untuk sekadar meninjau. Babinsa Koramil 1504-06/Nusaniwe itu turun tangan langsung dalam kegiatan memasak, membungkus, hingga mengangkut ribuan paket makan siang bergizi untuk anak sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program makan siang bergizi yang digagas oleh Satuan Pelaksana Program Pangan Gizi (SPPG), mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam satu hari, dapur sehat itu menyiapkan tak kurang dari 2.130 paket makan siang untuk siswa TK dan SD di berbagai penjuru Kecamatan Nusaniwe.
“Menunya standar gizi: nasi putih, sayur sawi, jagung manis, ayam goreng, tempe goreng, dan buah,” ujar Philips kepada Tempo di lokasi kegiatan. Menurut dia, selain memastikan kandungan gizi yang sesuai, keterlibatan aparat teritorial seperti Babinsa juga penting untuk menjamin kelancaran distribusi makanan.
Dari dapur sehat itu, ratusan paket diangkut ke sejumlah sekolah. Di tingkat pendidikan anak usia dini, penyaluran dilakukan ke PAUD KB Harapan (59 paket), TK Negeri 1 (42 paket), dan TK Pertiwi 2 (32 paket). Selebihnya didistribusikan ke 21 sekolah dasar, termasuk SDN 1 Latihan (209 paket), SDN 2 Latihan (257 paket), SD Inpres 27 (235 paket), hingga SDN 70 Ambon (233 paket).
“Untuk siswa SMP belum dijadwalkan. Mereka sedang libur sekolah,” kata Philips.
Program makan siang bergizi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi gizi anak, terutama di kawasan timur Indonesia. Dalam pelaksanaannya, SPPG menggandeng sejumlah elemen lokal, termasuk yayasan sosial, tenaga dapur lokal, hingga aparat kewilayahan.
Serma Philips menilai sinergi ini penting untuk memastikan bahwa program nasional benar-benar sampai ke akar rumput. “Kerja sama ini harus terus ditingkatkan. Kalau gizi anak-anak terjamin, masa depan Maluku juga lebih cerah,” ujarnya.
Distribusi makan siang bergizi ini bukan yang pertama di Ambon. Namun skalanya kali ini termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Program serupa dijadwalkan terus berlanjut selama masa sekolah aktif, dengan cakupan yang diperluas secara bertahap ke wilayah lain. (JB-01)






