Pengobatan Massal di Aboru Diserbu Warga, Gubernur Maluku Bagikan Kacamata Gratis untuk Lansia

Kodim1504/Ambon51 Dilihat

JB. Com, Malteng – Ratusan warga Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, memadati lokasi pengobatan massal pada hari kedua pelaksanaan, Jumat (24/4/2026).

Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan, sekaligus menjadi bukti kebutuhan akses medis di wilayah kepulauan masih sangat besar.

Kegiatan yang dipusatkan di Gereja Bethel Aboru ini melibatkan 11 tenaga kesehatan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan 19 tenaga medis dari Puskesmas Haruku-Sameth.

Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis, mulai dari pemeriksaan umum hingga layanan spesialis.

Selain layanan medis, Gubernur Maluku bersama Pangdam XV/Pattimura turut membagikan kacamata gratis bagi warga lanjut usia berusia 40 tahun ke atas. Bantuan ini menjadi salah satu program prioritas yang rutin disalurkan dalam setiap kunjungan pelayanan kesehatan ke desa-desa.

Tak hanya itu, sebanyak 89 warga kurang mampu juga menerima bantuan beras SPHP masing-masing 5 kilogram dari Kodim 1504/Ambon. Penerima manfaat terdiri dari janda, duda, yatim, lansia hingga penyandang disabilitas.

Data pelayanan mencatat sebanyak 359 warga telah memanfaatkan layanan kesehatan. Rinciannya, 33 pasien pengobatan umum, 74 pasien gigi, 166 pasien mata, 36 pasien anak, dan 50 pasien penyakit dalam.

Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Winny Natacia Leiwakabessy mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan tim medis TNI.

“Dalam kegiatan ini kami menghadirkan tiga dokter spesialis, yaitu spesialis penyakit mulut, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anak, didukung dokter umum serta perawat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian kacamata gratis merupakan program yang selalu dititipkan Gubernur Maluku dalam setiap agenda pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.

Menurutnya, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara rutin guna menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan di Kota Ambon.

“Memang tidak semua tindakan medis bisa dilakukan di lokasi, tetapi setidaknya pemeriksaan awal bisa menentukan pasien mana yang perlu dirujuk dan mana yang bisa ditangani di puskesmas,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Betiko Souisa, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan kesehatan dan sosial yang diberikan pemerintah dan TNI.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini, baik pengobatan maupun beras dan kacamata. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

(JB-01)