Letkol Hari Sandra: Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan

Kodim1504/Ambon651 Dilihat

Jb. Com, Ambon – Komandan Kodim 1504/Ambon Letnan Kolonel Infanteri Hari Sandra mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan di Maluku. Ajakan itu disampaikannya saat menyapa resimen mahasiswa Universitas Pattimura dalam kegiatan karya bakti pembersihan pantai di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Galala, Kota Ambon, Kamis, 8 Mei 2025.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-68 Kodam XV/Pattimura. Di sela aksi bersih-bersih, Letkol Hari berdialog dengan para mahasiswa. Topik yang mencuat adalah peluang rekrutmen TNI melalui jalur kemahasiswaan dari berbagai latar belakang pendidikan.

“TNI membuka jalur Perwira Prajurit Karier atau Pa PK bagi lulusan dari semua jurusan, mulai dari hukum, teknik, kesehatan, pertanian, hingga ekonomi. Kalian bisa mengabdi dan keluar dengan pangkat Letnan Dua,” ujar Letkol Hari Sandra.

Ia menyebutkan, syarat dasar pendaftaran antara lain sehat jasmani dan rohani, tinggi badan sesuai standar, serta bebas dari catatan kriminal. Namun, Hari juga menegaskan bahwa kontribusi mahasiswa tak melulu melalui jalur militer.

“Menjadi TNI adalah pilihan, tapi menjadi agen perubahan adalah kewajiban. Kita butuh kalian di berbagai bidang untuk menjaga situasi keamanan dan mencegah konflik sosial. Kalian bisa jadi pelopor perdamaian di Maluku,” katanya.

Menurut dia, potensi laut Maluku yang besar harus dijaga dari kerusakan akibat sampah. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari bela negara,” ujar Hari menegaskan.

Letkol Hari Sandra yang baru enam hari menjabat sebagai Dandim di Ambon, menyampaikan komitmennya untuk membangun kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat. Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan mahasiswa dan generasi muda.

“Saya tidak ingin ada jarak di antara kita. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang TNI, datang ke Koramil atau hubungi saya langsung,” katanya.

Ia juga berharap organisasi kemahasiswaan bisa bersinergi dengan Kodim, termasuk dalam program seperti Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Mahasiswa, kata dia, bisa menjadi narasumber dalam penyuluhan kebangsaan yang dikemas dengan cara kekinian.

“Kalian adalah ujung tombak perubahan. Mari buat Maluku dikenal bukan karena konfliknya, tapi karena damainya, potensinya, dan semangat generasi mudanya,” tutup Hari Sandra. (JB-01)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan