Jb. Com, Ambon – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, marak terjadi kasus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Para pelaku memanfaatkan momen ini untuk melancarkan aksinya dengan berbagai modus, terutama modus asmara dan online shop bodong.
Modus Penipuan yang Sering Terjadi:
- Modus Asmara: Penipu berpura-pura sebagai kenalan baru dari luar negeri dan mengaku mengirimkan barang mewah. Kemudian, korban diminta membayar sejumlah uang agar barang bisa dikirimkan.
- Modus Online Shop Bodong: Menawarkan barang impor dengan harga sangat murah, namun setelah pembayaran dilakukan, barang tidak pernah dikirim.
Ciri-ciri Penipuan Berkedok Bea Cukai: ✅ Menggunakan nomor HP pribadi. ✅ Memakai foto pejabat Bea Cukai untuk meyakinkan korban. ✅ Mengancam dan menakut-nakuti korban agar segera membayar. ✅ Meminta transfer uang ke rekening pribadi.
Menurut Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku, Sodikin, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap modus penipuan ini. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pihak yang mengatasnamakan Bea Cukai dan meminta transfer uang ke rekening pribadi. Jika ragu, segera hubungi kantor Bea Cukai terdekat,” ujarnya.
Jika menemui indikasi seperti di atas, jangan panik! Segera blokir nomor penipu dan hindari komunikasi lebih lanjut. Jika masih ragu, pastikan untuk menghubungi Kantor Bea Cukai terdekat atau Call Center Bravo Bea Cukai di 1500225.
Untuk warga Ambon dan sekitarnya, bisa langsung menghubungi Kantor Bea Cukai Maluku di Jl. Benteng Kapaha, Sirimau, Ambon. Anda juga dapat menghubungi layanan Bea Cukai Maluku melalui: 📞 08114720250 (Layanan Bea Cukai Maluku)
📧 [email protected]
Tetap waspada dan jangan sampai terjebak! Sebarkan informasi ini agar semakin banyak orang yang terhindar dari modus penipuan.
(JB-01)






