Ambon. Jejakberita, Com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambon dibuat geger setelah seorang tahanan kasus pembunuhan, Immanuel Birahi alias Mani (23), diketahui melarikan diri dari dalam rutan pada Selasa (25/8/2026).
Pihak Lapas Ambon langsung mengaktifkan prosedur darurat dan mengerahkan tim untuk melakukan pencarian.
Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, mengungkapkan peristiwa tersebut dalam konferensi pers di Lapas Ambon, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan keterangan awal, Immanuel diduga melarikan diri dengan memanfaatkan kain sarung yang telah disambung. Sarung tersebut digunakan untuk membantu melewati tembok pembatas yang berada di antara Pos 1 dan Pos 2.
Pihak Lapas menduga kondisi lingkungan sekitar turut dimanfaatkan dalam aksi tersebut. Salah satunya adalah kondisi penerangan pada bagian dinding yang kurang optimal sehingga pengawasan terhadap area tersebut tidak maksimal.
Selain itu, keterbatasan petugas juga menjadi salah satu kendala dalam pengawasan. Pos kendaraan kedua pada saat kejadian dalam kondisi kosong sehingga pengawasan di area tersebut tidak optimal.
Setelah mengetahui adanya tahanan yang melarikan diri, petugas Lapas Ambon langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan situasi dan mengaktifkan prosedur darurat standar.
Penyisiran kemudian dilakukan di area dalam maupun luar Lapas Ambon. Tim pencarian juga dibentuk dengan melibatkan petugas Rutan serta jajaran terkait untuk memperluas pencarian.
“Begitu diketahui adanya pelanggaran situasi tersebut, kami langsung mengaktifkan prosedur darurat standar dan melakukan pencarian,” ujar Sumarwoto dalam konferensi pers.
Pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar Lapas. Petugas juga melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan sejumlah pihak yang dinilai dapat membantu menemukan keberadaan tahanan tersebut.
Koordinasi turut diarahkan ke sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi tujuan, termasuk kawasan pelabuhan dan jalur penyeberangan.
Sumarwoto menegaskan, petugas masih melakukan pencarian secara intensif dan bersiaga selama 24 jam. Sejumlah personel telah ditempatkan di titik-titik yang dinilai strategis.
“Kami terus melakukan pencarian dan koordinasi. Saat ini petugas masih bersiaga 24 jam,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik serta ikut membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Immanuel Birahi alias Mani.
Masyarakat yang melihat atau memperoleh informasi mengenai tahanan tersebut diminta segera melapor kepada aparat keamanan terdekat atau langsung menghubungi pihak Lapas Ambon.
“Kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat. Informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan keberadaan yang bersangkutan akan sangat membantu proses pencarian,” ujar Sumarwoto.
Pihak Lapas Ambon memastikan perkembangan pencarian akan disampaikan kepada masyarakat secara transparan. Informasi terbaru akan diberikan setelah petugas mendapatkan perkembangan yang dapat dipastikan dari lapangan.
Hingga konferensi pers berlangsung, Immanuel Birahi alias Mani masih dalam pencarian. Petugas terus melakukan penyisiran dan koordinasi untuk menemukan tahanan kasus pembunuhan tersebut. (JB-01)






