Warga Binaan Lapas Ambon Produktif Buat Pagar Besi Pesanan Masyarakat

AMBON. Jejakberita, Com – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, warga binaan terus didorong untuk memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pembuatan pagar besi yang kini mulai menerima pesanan dari masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Ambon untuk membekali warga binaan dengan keterampilan teknik pengelasan sekaligus membangun etos kerja yang produktif dan profesional.

Kegiatan pembuatan pagar besi berlangsung di bengkel kerja Lapas Ambon, Sabtu (22/8/2026). Para warga binaan yang terlibat mengerjakan setiap pesanan mulai dari proses pengukuran, pemotongan material hingga pengelasan dengan didampingi petugas.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas warga binaan, tetapi juga memberikan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas.

“Kami terus mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan riil yang bisa diandalkan ketika mereka bebas nanti. Pengerjaan pagar pesanan masyarakat ini adalah wujud nyata bahwa proses pembinaan berjalan produktif,” ujar Zulkipli.

Ia menjelaskan, hasil penjualan produk pagar besi dikelola secara transparan. Sebagian hasilnya disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara warga binaan yang terlibat dalam proses pengerjaan juga mendapatkan hak premi sesuai ketentuan.

Salah seorang warga binaan berinisial F mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pembinaan keterampilan pengelasan selama berada di Lapas Ambon.

Menurut dia, keterampilan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka peluang untuk memiliki keahlian yang dapat digunakan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Awalnya saya tidak punya keahlian khusus soal besi, tapi berkat bimbingan di sini saya jadi mengerti teknik pengelasan yang baik. Hasil kerja kami juga dipesan orang dan kami senang karena jerih payah kami diberikan premi,” kata F.

Kualitas pagar besi hasil pekerjaan warga binaan juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Samuel, salah seorang pelanggan, mengaku sempat ragu sebelum memesan pagar di Lapas Ambon.

Namun, keraguan tersebut hilang setelah melihat hasil pengerjaan yang dinilainya rapi dan kokoh.
“Saya awalnya sempat ragu, tapi setelah melihat langsung pagar yang sudah jadi, hasilnya sangat rapi dan kokoh. Kualitasnya luar biasa,” ujar Samuel.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, S. Hendra Budiman, mengapresiasi jajaran Seksi Kegiatan Kerja serta warga binaan yang terus menunjukkan semangat dalam mengikuti program pembinaan kemandirian.

Hendra menegaskan, Lapas Ambon akan terus mengembangkan kegiatan produktif yang dapat memberikan keterampilan sekaligus nilai ekonomi bagi warga binaan.

“Pemasyarakatan masa kini berfokus pada transformasi ekonomi dan pembekalan skill. Kami ingin masyarakat melihat bahwa warga binaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomis dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tegas Hendra.

Menurutnya, pembinaan kemandirian merupakan salah satu upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui produksi pagar besi dan berbagai kegiatan kerja lainnya, Lapas Ambon berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan kemandirian setelah bebas.

(JB-01)

Pos terkait