PELNI Perkuat Distribusi Bantuan Gempa NTT Lewat Jalur Laut

AMBON. Jejakberita, Com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memperkuat dukungan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengoptimalkan konektivitas transportasi laut. Ratusan koli bantuan kemanusiaan telah dikirim menggunakan kapal PELNI untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Pengiriman tahap awal diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (16/8) malam menggunakan KM Tidar. Kapal tersebut membawa sekitar 200 koli bantuan kemanusiaan menuju Pelabuhan Lorens Say, Maumere, dan tiba pada Kamis (20/8) pagi.

Bantuan yang dikirim meliputi beras, minyak goreng, popok bayi, biskuit, kebutuhan pokok, serta berbagai logistik lainnya. Dalam pelayarannya menuju NTT, KM Tidar juga mengangkut bantuan dari sejumlah pihak sehingga total bantuan yang tiba di Maumere mencapai ratusan koli.

Pelepasan bantuan tahap awal dihadiri Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi, didampingi Nakhoda KM Tidar Capt. Noviansyah Sarifudin dan Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah.

KM Tidar merupakan salah satu armada PELNI yang melayani konektivitas wilayah Indonesia bagian timur. Rute regulernya mencakup Makassar, Baubau, Maumere, Larantuka, Lewoleba hingga Kupang.

Selain KM Tidar, PELNI juga menyiapkan sejumlah armada lain yang melayani wilayah NTT untuk mendukung distribusi bantuan kemanusiaan, yakni KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, KM Wilis dan KM Awu.

Pengangkutan bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan jadwal pelayaran reguler serta pelabuhan singgah masing-masing kapal.
Sebagai bagian dari jaringan operasional PELNI di kawasan Indonesia Timur, PELNI Cabang Ambon turut mendukung upaya perusahaan dalam memastikan konektivitas dan kelancaran distribusi bantuan menuju wilayah terdampak bencana.

Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Ambon, Robbie Ahmansyah, mengatakan transportasi laut memiliki peran strategis dalam mobilisasi bantuan, khususnya untuk menjangkau wilayah kepulauan dengan tantangan geografis.

“Kami di PELNI Cabang Ambon mendukung penuh langkah perusahaan dalam membantu percepatan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Sebagai perusahaan pelayaran nasional, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan konektivitas laut tetap dapat dimanfaatkan secara optimal dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Robbie.

Menurutnya, jalur laut menjadi salah satu alternatif penting untuk menjangkau wilayah kepulauan sekaligus mendukung distribusi bantuan antarpulau.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pengangkutan dan distribusi bantuan dapat berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta keandalan operasional pelayaran,” tambahnya.

Untuk memastikan kelancaran pengiriman, PELNI juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di pelabuhan, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta Kantor Operasional Pelabuhan Penyeberangan (KOPP) sesuai wilayah dan kebutuhan operasional.

Dukungan terhadap penanganan bencana di NTT menjadi bagian dari komitmen PELNI dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui konektivitas laut nasional.

Dengan jaringan kapal dan pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, PELNI terus mendukung pemerintah, masyarakat, serta berbagai lembaga dalam mempercepat mobilisasi kebutuhan dasar dan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang membutuhkan.

Dalam proses distribusi, PELNI memastikan aspek keselamatan pelayaran, keamanan muatan, ketepatan bongkar-muat dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di setiap pelabuhan tetap menjadi perhatian.

Melalui optimalisasi konektivitas laut nasional, PELNI berkomitmen terus mengambil bagian dalam penanganan dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

PT PELNI (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran. PELNI mengoperasikan 84 kapal yang terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut dan 1 kapal ternak.

Operasional PELNI didukung 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran serta 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

(JB-01)

Pos terkait