AMBON. Jejakberita, Com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon menghadirkan inovasi layanan berbasis pengalaman di atas kapal melalui program Tour On Board, Meeting On Board, dan Study On Board.
Program tersebut ditujukan bagi sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat yang ingin merasakan langsung aktivitas di atas kapal PELNI, baik untuk wisata edukasi maupun kegiatan profesional.
Hal itu disampaikan Kepala Cabang PT PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, dalam kegiatan silaturahmi, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bersama insan pers di Kantor PELNI Cabang Ambon, Selasa (22/7/2026).
Ridwan mengungkapkan, sejumlah sekolah di Kota Ambon telah menunjukkan minat mengikuti program Tour On Board. Bahkan, beberapa di antaranya telah meminta penawaran resmi kepada PELNI.
“Alhamdulillah sudah ada beberapa sekolah yang mulai tertarik dan telah meminta penawaran. Kami berharap pada bulan Agustus nanti sudah ada pelaksanaan Tour On Board,” ujarnya.
Menurut Ridwan, kegiatan Tour On Board tidak hanya memberikan pengalaman mengenal fasilitas kapal, tetapi juga memperkenalkan proses operasional pelayaran, akomodasi penumpang, hingga berbagai layanan yang tersedia di kapal PELNI.
Selain untuk wisata edukasi, PELNI juga menawarkan konsep Meeting On Board, yakni penyelenggaraan rapat atau kegiatan perusahaan di atas kapal saat berlayar.
Ia mencontohkan, Bank Indonesia telah lebih dulu memanfaatkan layanan tersebut dengan menggelar kegiatan meeting sekaligus sosialisasi produk di atas KM Labobar pada rute Ambon–Banda.
“Ke depan kami ingin mengajak pemerintah daerah, pelaku UMKM, perbankan, BUMN, maupun perusahaan swasta agar bisa memanfaatkan kapal sebagai lokasi kegiatan yang berbeda dan memberikan pengalaman baru,” katanya.
Tak hanya itu, PELNI juga mengembangkan program Study On Board yang menyasar sekolah pelayaran maupun institusi pendidikan lainnya. Dalam program ini, peserta akan mengikuti proses belajar langsung di atas kapal selama pelayaran.
Ridwan menjelaskan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik lapangan dengan melihat langsung sistem navigasi, ruang mesin, operasional kapal, hingga aktivitas awak kapal.
“Belajarnya tetap sesuai kurikulum, tetapi dipindahkan ke atas kapal sehingga siswa bisa melihat langsung bagaimana dunia pelayaran bekerja. Ini tentu menjadi pengalaman yang tidak didapat hanya di ruang kelas,” jelasnya.
Program tersebut dirancang dalam paket perjalanan beberapa hari, misalnya rute Ambon–Banda–Tual pulang pergi. Selama pelayaran, peserta mendapatkan fasilitas kamar, konsumsi tiga kali sehari, serta pendampingan dari kru kapal yang berkompeten sesuai bidangnya.
Ridwan optimistis berbagai inovasi layanan tersebut dapat memperluas fungsi kapal PELNI, tidak hanya sebagai moda transportasi laut, tetapi juga sebagai sarana edukasi, promosi, dan pengembangan kegiatan pemerintahan maupun dunia usaha di Maluku.
“Kami ingin kapal PELNI menjadi ruang belajar, ruang kolaborasi, sekaligus ruang promosi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan,” pungkasnya. (JB-01)






