AMBON. Jejakberita, Com — Pemerintah Kota Ambon mempercepat perluasan akses air bersih bagi warga yang selama ini masih bergantung pada pasokan mobil tangki. Perumda Tirta Yapono menyiapkan jaringan distribusi serta sejumlah sumber air dan sumur baru untuk menjangkau kawasan yang belum mendapat pelayanan air bersih secara memadai.
Direktur Perumda Tirta Yapono, Ir. Piter Saimima, M.Si., mengatakan penyediaan air bersih tidak cukup dilakukan melalui bantuan pasokan air, tetapi harus dibarengi pembangunan infrastruktur jaringan agar masyarakat memiliki akses yang lebih permanen.
Hal tersebut disampaikan Piter usai apel pagi Pemerintah Kota Ambon yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan, Kamis (20/8/2026), di halaman belakang Balai Kota Ambon.
Piter mengatakan kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan mendesak di sejumlah wilayah Kota Ambon. Karena itu, Tirta Yapono bersama pemerintah melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang membutuhkan intervensi pelayanan.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah RT 36/RW 12, kawasan Salon Atas. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 26 kepala keluarga (KK) yang hingga kini belum memiliki akses air bersih dan masih mengandalkan pasokan mobil tangki.
“Kebutuhan air bersih yang mendesak harus kita jawab. Warga tidak boleh terus bergantung pada mobil tangki karena biayanya juga cukup mahal,” ujar Piter.
Menurutnya, Tirta Yapono dalam waktu dekat juga akan meresmikan jaringan air bersih baru. Sejumlah titik lainnya ditargetkan mendapatkan jaringan serupa pada September 2026.
Piter menjelaskan perluasan jaringan air bersih harus didukung ketersediaan sumber air yang memadai. Karena itu, Tirta Yapono tengah mempersiapkan sejumlah sumber air dan sumur baru sebagai penunjang peningkatan cakupan pelayanan.
“Kita sementara mempersiapkan beberapa sumber air dan sumur baru. Infrastruktur ini penting supaya program pelayanan air bersih bisa berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Ia menegaskan keterbatasan infrastruktur tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat. Setiap laporan warga mengenai kesulitan mendapatkan air bersih akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan.
“Setiap laporan masyarakat akan kita lihat dan evaluasi. Dari situ kita tentukan intervensi yang bisa dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Perluasan jaringan dan penyediaan sumber air baru tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap mobil tangki sekaligus memastikan akses air bersih semakin merata di Kota Ambon. (JB-01)






