Ambon. Jejakberita, Com – Lahan tidur di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon berhasil diubah menjadi lahan produktif. Hasilnya, warga binaan bersama jajaran Lapas Ambon memanen kacang panjang yang menjadi salah satu bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Rabu (19/8/2026).
Panen tersebut menghasilkan sebanyak 30 ikat kacang panjang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Ambon memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan sekaligus mendukung program kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak digunakan secara maksimal.
Hasil pertanian tersebut selanjutnya akan dipasarkan dan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara warga binaan yang terlibat aktif dalam proses pengelolaan lahan hingga panen akan mendapatkan premi atau insentif dari hasil penjualan.
Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, turut hadir dalam kegiatan panen. Dia mengapresiasi kerja keras warga binaan yang mampu menghasilkan panen meski menghadapi tantangan perubahan cuaca dan kondisi alam.
Menurut Hendra, hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan kemauan untuk terus belajar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Walaupun ditantang dengan dinamika iklim dan alam, tapi kita tetap bisa panen sebagai bukti kerja keras dan belajar terus bahwa hidup itu tidak akan sia-sia. Ada hasil berkat kerja keras yang bisa digunakan, dijual, atau dikonsumsi untuk kebutuhan internal juga,” kata Hendra.
Dia juga meminta warga binaan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan dalam proses pembinaan. “Saya berterima kasih untuk ini semua. Berikutnya, kita punya strategi lagi untuk bercocok tanam yang menyesuaikan dengan situasi ekstrem seperti sekarang. Jangan pernah bosan; mau sukses itu, walaupun gagal, bangkit lagi sampai berhasil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, mengatakan keberhasilan panen kacang panjang menunjukkan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian berjalan produktif.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk aktif dalam program kemandirian ini agar lahan-lahan tidur di lapas bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” tutur Zulkipli.
Selain menghasilkan produk pertanian, program tersebut juga diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan berinisial T mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan pertanian tersebut.
Menurutnya, kegiatan bercocok tanam tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga memberikan pengalaman baru. “Kami sangat bersyukur diberi kesempatan belajar bertani di sini, selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga mendapat pengalaman dan premi dari hasil panen yang sangat bermanfaat bagi kami,” ujar T.
Lapas Ambon berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan praktis, pengalaman kerja, serta semangat untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas nanti.
(JB-01)






