Ambon. Jejakberita, Com — Di tengah besarnya investasi proyek LNG Abadi Blok Masela, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa menegaskan satu hal penting: masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton.
Putra-putri Tanimbar harus mendapat ruang untuk bekerja, berusaha, dan menikmati manfaat ekonomi dari proyek strategis nasional tersebut.
Target itu disampaikan Ricky kepada wartawan usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (19/8/2026).
Ricky mengapresiasi dukungan Presiden RI Prabowo Subianto bersama pemerintah pusat yang terus mendorong percepatan realisasi proyek LNG Abadi Blok Masela, termasuk pelaksanaan ground breaking.
“Kami terus meminta doa dan dukungan, terutama dukungan dalam pengembangan SDM agar masyarakat kami bisa terlibat secara langsung dalam pengembangan proyek Blok Masela,” kata Ricky.
Menurut Ricky, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu pekerjaan utama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pelatihan dan peningkatan keterampilan harus diperkuat sehingga putra-putri daerah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Tak hanya sebagai tenaga kerja, Ricky juga ingin masyarakat Tanimbar mengambil peluang ekonomi yang lebih luas dengan menjadi pelaku usaha dan pemasok kebutuhan proyek.
“Kami berharap masyarakat bisa menjadi supplier untuk kebutuhan proyek tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian dari potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan proyek. Dengan begitu, dampak Blok Masela diharapkan tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Ricky menyoroti persoalan lahan dan hak masyarakat adat yang berkaitan dengan pengembangan Blok Masela.
Menurut dia, investasi berskala besar harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kepastian hukum, bahkan mengeluarkan regulasi khusus seperti Peraturan Presiden (Perpres) untuk memastikan hak masyarakat adat tetap terlindungi dalam proses pembangunan.
“Kita berharap ada kepastian terhadap hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.
Ricky juga mengungkapkan adanya komitmen dari kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) yang memenangkan proyek untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Kontraktor EPC yang memenangkan proyek sudah menyatakan sikap akan melakukan training terhadap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” jelas Ricky.
Menurutnya, komitmen tersebut menjadi peluang awal bagi masyarakat lokal untuk mempersiapkan diri sebelum kebutuhan tenaga kerja proyek meningkat.
Ricky menegaskan, pembangunan Blok Masela harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanimbar. Besarnya nilai investasi tidak boleh hanya terlihat dalam angka, tetapi harus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas SDM, lapangan kerja, peluang usaha, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Yang kami siapkan dari kabupaten adalah bagaimana menyiapkan SDM dan infrastruktur,” tegasnya.
Pemkab Kepulauan Tanimbar, kata Ricky, akan terus mendorong kesiapan SDM dan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat lokal mampu mengambil peran dalam pembangunan Blok Masela.
Dengan kesiapan tersebut, proyek LNG Abadi Blok Masela diharapkan benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
(JB-01)






