TANIMBAR. Jejakberita, Com — Satu abad perjalanan pelayanan Suster-Suster Puteri Bunda Hati Kudus (PBHK) di Kepulauan Tanimbar diperingati dengan Misa Syukur Yubileum 100 Tahun. Ribuan umat Katolik bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh lintas agama memadati Gereja Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Minggu (30/8/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan empat misionaris PBHK yang sejak seabad lalu hadir di Tanah Tanimbar dan mengambil bagian dalam pelayanan kepada masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, serta pewartaan kasih.
Misa puncak yubileum dipimpin Uskup Diosis Amboina, Yang Mulia Mgr. Seno Ngutra. Suasana khidmat terasa sejak awal perayaan, dengan ribuan umat mengikuti rangkaian ibadah sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang pelayanan PBHK di Bumi Duan Lolat.
Kehadiran PBHK selama 100 tahun tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kehidupan Gereja Katolik di Tanimbar, tetapi juga meninggalkan jejak dalam kehidupan sosial masyarakat. Pelayanan para suster menjadi bagian dari perjalanan pendidikan, kesehatan, dan pembinaan kehidupan umat di daerah kepulauan tersebut.
Sejumlah pimpinan Gereja dan komunitas PBHK hadir dalam perayaan itu, di antaranya Suster Kepala Provinsi PBHK Indonesia Sr. M. Ancilla Sukarti, PBHK, para Suster PBHK dari berbagai komunitas di Indonesia, serta para pastor dari Kevikepan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan keuskupan tamu.
Dari jajaran pemerintah daerah, hadir Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa bersama Ketua TP-PKK Ny. Sheren Amelinda Jauwerissa. Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM juga hadir bersama suaminya, Agustinus Songupnuan.
Turut hadir Ketua DWP Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ny. Magdalena Moriolkossu, Ketua DPRD KKT Richie Laurens Anggito bersama istri, pimpinan dan anggota DPRD KKT, serta Anggota DPRD Provinsi Maluku Andre Taborat.
Perayaan tersebut juga dihadiri tokoh lintas agama, termasuk Ketua Klasis Tanimbar Selatan, pimpinan BUMN dan BUMD, pelaku usaha, serta ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sementara itu, jalannya perayaan dikoordinasikan Ketua Panitia Apolonia Laratmase yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD KKT. Seluruh rangkaian Misa Syukur berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama-sama mengarak persembahan menuju altar.
Prosesi tersebut menjadi simbol keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam perayaan satu abad perjalanan pelayanan PBHK di Tanimbar.
Yubileum 100 tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi para misionaris yang telah mengabdikan diri di tengah masyarakat Tanimbar. Semangat pelayanan yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Perayaan di Gereja Hati Kudus Yesus Olilit Barat pun tidak sekadar menjadi seremoni mengenang masa lalu. Satu abad kehadiran PBHK menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat Tanimbar sekaligus pengingat bahwa pelayanan, pendidikan, kesehatan, dan kepedulian terhadap sesama telah menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. (JB-01)






