Patita Mart and Cafe Diresmikan, Lapas Ambon Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

 

Ambon. Jejakberita, Com — Bangkit dari musibah kebakaran, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon resmi menghadirkan kembali fasilitas ekonominya melalui Patita Mart and Cafe. Gedung baru Koperasi Konsumen Lapas Ambon itu diresmikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Maluku. Kehadiran Patita Mart and Cafe menjadi bagian dari upaya Lapas Ambon meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Gedung koperasi sebelumnya mengalami kebakaran pada 30 Juni 2026. Dalam waktu relatif singkat, jajaran Lapas Ambon bersama berbagai pihak berhasil membangun kembali fasilitas tersebut dengan konsep yang lebih representatif.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, S. Hendra Budiman, mengatakan pembangunan kembali Patita Mart and Cafe menjadi momentum untuk bangkit setelah musibah sekaligus menghadirkan ruang pembinaan yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan.

“Patita Mart and Cafe bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga sarana pelatihan kerja nyata bagi warga binaan. Mereka dilibatkan dalam operasional, termasuk sebagai kasir, sehingga dapat memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Hendra.

Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam pengelolaan kegiatan ekonomi merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan, tanggung jawab, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi langkah cepat jajaran Lapas Ambon dalam memulihkan fasilitas koperasi yang terdampak kebakaran.

“Saya mengapresiasi ketangguhan jajaran Lapas Ambon yang mampu bangkit dengan cepat pascakebakaran. Kehadiran Patita Mart and Cafe diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang produktif sekaligus sarana pembinaan yang efektif bagi warga binaan,” ujar Hendrik.

Sementara itu, perwakilan pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Laras C. Makawimbang, menyampaikan komitmen pengurus untuk mengelola Patita Mart and Cafe secara profesional dan transparan.

Menurut Laras, peresmian fasilitas baru tersebut menjadi simbol kebangkitan setelah kebakaran yang terjadi pada Juni lalu. Dukungan dan kekompakan seluruh anggota koperasi menjadi salah satu kekuatan dalam proses pemulihan.

“Kami berkomitmen mengelola Patita Mart and Cafe secara profesional dan transparan demi kemajuan bersama,” kata Laras.

Dengan beroperasinya Patita Mart and Cafe, Lapas Ambon tidak hanya memulihkan fasilitas ekonomi yang sempat terbakar, tetapi juga memperluas ruang pembinaan bagi warga binaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja dan keterampilan yang bermanfaat sehingga warga binaan memiliki bekal lebih baik untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan secara mandiri. (JB-01)

Pos terkait