Ketua-Wakil Ketua OSIS Terpilih SMA Kristen YPKPM Ambon Siapkan 5 Program Unggulan

AMBON. Jejakberita, Com – Kepercayaan menjadi pemimpin bukan sekadar tentang duduk di kursi ketua, tetapi tentang keberanian mendengar suara teman, membuka ruang bagi bakat yang selama ini tersembunyi, dan mengubah gagasan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semangat itulah yang dibawa pasangan Espanola Greysia Aunalal dan Fidelesya Khana Davamony Sahusilawane setelah dipercaya memimpin OSIS SMA Kristen YPKPM Ambon periode 2026-2027.

Pasangan calon nomor urut 3 tersebut terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Kristen YPKPM Ambon. Keduanya menyampaikan sejumlah program prioritas dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026).

Dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027, terdapat tiga pasangan calon yang bersaing.

Pasangan Calon 1 yakni Alsmeto Milano Syaranamual sebagai kandidat calon ketua dan Femiliany Imanuela Sopacua sebagai kandidat wakil ketua.

Pasangan Calon 2 yakni Chrisilia Perlita Jesaja sebagai kandidat calon ketua dan Gideon Yeroham de Fretes sebagai kandidat calon wakil ketua.

Sementara Pasangan Calon 3, Espanola Greysia Aunalal sebagai kandidat calon ketua dan Fidelesya Khana Davamony Sahusilawane sebagai kandidat calon wakil ketua.

Setelah terpilih, Espanola dan Fidelesya menyatakan siap mengemban amanah tersebut dengan membawa program yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, komunikasi, kewirausahaan dan prestasi siswa.

“Ketika kami diberikan kepercayaan dan kesempatan emas ini, tentu kami memiliki program-program yang akan kami jalankan untuk mengimplementasikan di dunia nyata serta dalam pembentukan dan pengembangan potensi siswa-siswi SMA Kristen YPKPM Ambon,” ujar Espanola.

Menurutnya, terdapat lima program utama yang menjadi prioritas kepengurusan OSIS periode 2026-2027, yakni Smaskris Katalog, Smaskris Skill Akademik, Smaskris Project, Smaskris School Passport, dan UMKM.

Kelima program tersebut disiapkan sebagai wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat, membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memberikan apresiasi terhadap prestasi.

UMKM Jadi Ruang Siswa Berkreasi

Wakil Ketua OSIS terpilih, Fidelesya, menjelaskan UMKM menjadi salah satu program yang akan dikembangkan melalui kegiatan dan pagelaran seni.

Program tersebut akan membuka ruang bagi siswa dan OSIS untuk berkreasi sekaligus belajar berwirausaha.

“Kami akan membuka ruang bagi siswa-siswi serta OSIS untuk berjualan. Di sini kami ingin memberikan contoh yang baik bagi pengembangan potensi siswa dan sekolah,” jelas Fidelesya.

Menurutnya, pendidikan siswa tidak boleh hanya berfokus pada prestasi akademik. Potensi nonakademik juga harus mendapat ruang agar setiap siswa dapat menemukan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Program itu diharapkan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai hal sesuai minat dan bakat masing-masing demi kemajuan sekolah.

Bawa Semangat Smaskris Katalog

Selain UMKM, kepengurusan OSIS baru membawa semangat  Smaskris Katalog sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian dan empati terhadap sesama siswa.

Espanola menilai OSIS harus menjadi ruang yang membuat siswa merasa didengar dan dihargai.

“Kita tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi bagaimana kita memiliki empati untuk berbagi, memberikan apresiasi kepada setiap siswa-siswi dan mendengarkan aspirasi mereka,” katanya.

Menurutnya, setiap siswa memiliki hak untuk menyuarakan aspirasi dan menyampaikan harapan.

Karena itu, ketua dan wakil ketua OSIS tidak hanya bertugas memimpin, tetapi juga mendengarkan aspirasi siswa serta berupaya mengimplementasikannya sesuai kewenangan dan kebutuhan sekolah.

Smaskris Skill Akademik Dorong Kemampuan Komunikasi

Program berikutnya adalah Smaskris Skill Akademik. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa sekaligus membangun keberanian dalam berkomunikasi dan berkolaborasi.

Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah pembuatan podcast.

Melalui program tersebut, siswa diharapkan mampu membangun relasi dan komunikasi yang efektif serta mengembangkan intelektual, kecerdasan dan integritas.

“Bukan hanya berfokus pada diri kita secara individual, tetapi kita juga bisa mengimplementasikan dan melakukan ini bersama-sama sehingga mereka bisa melangkah dan berkembang,” tutur Espanola.

Ia berharap program tersebut dapat melahirkan siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pelopor di lingkungan sekolah.

Smaskris Project Berlandaskan Iman

Sementara itu, Smaskris Project akan menjadi ruang bagi siswa untuk melahirkan berbagai proyek yang dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan sekolah.

Espanola menegaskan keterbatasan sebagai siswa bukan alasan untuk berhenti berkarya.

“Kami rasa kami sebagai siswa bukan berarti kami tidak bisa melakukan segala sesuatu. Dengan iman kami sebagai seorang remaja Kristiani, kami bisa melakukan segala sesuatu karena Tuhan bersama-sama dengan kami,” ujarnya.

Semangat tersebut menjadi salah satu landasan bagi keduanya dalam menjalankan program OSIS selama satu periode ke depan.

School Passport Jadi Bentuk Apresiasi Prestasi

Program lainnya adalah Smaskris School Passport, yang dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa yang berhasil mengukir prestasi.

Siswa yang meraih prestasi akan mendapatkan poin berdasarkan tingkat pencapaiannya.

Konsep tersebut mencakup pemberian poin bagi siswa yang berhasil membawa nama sekolah dalam berbagai ajang prestasi, termasuk tingkat provinsi hingga internasional.

Espanola mengatakan sistem tersebut dibuat karena setiap perjuangan dan kemampuan siswa perlu mendapatkan apresiasi.

“Kenapa kami buat seperti ini? Karena mereka perlu diapresiasi. Tidak hanya karena mereka berhasil meraih apa yang menjadi keinginan mereka, tetapi kita juga harus memberikan apresiasi terhadap kemampuan dan potensi yang telah mereka raih demi kemajuan sekolah,” katanya.

Ia berharap seluruh program tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa SMA Kristen YPKPM Ambon untuk berani berkembang, berkarya dan mengambil peran.

Menurutnya, kemajuan bangsa tidak terlepas dari kualitas generasi mudanya.

“Bagi saya, bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar. Secara kumulatif bangsa itu akan bertumbuh ketika siswa-siswi dan generasi muda ini maju,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh siswa agar tidak takut menyampaikan gagasan, mengeksplorasi potensi dan berani mengejar hal-hal yang dianggap penting dalam kehidupan.

“Getting life what you have, the journey to explore. Keberanian kamu untuk mengungkapkan apa yang kamu anggap penting dan kamu mau, itu yang akan kamu dapatkan dalam hidup. Kita hidup hanya sekali,” pungkasnya. (JB-01)

Pos terkait