SMA Kristen YPKPM Ambon Gunakan E-Voting untuk Pemilihan Ketua OSIS 2026-2027

 

Ambon. Jejakberita, Com – Demokrasi tidak selalu harus dimulai dari bilik suara dan kertas. Di SMA Kristen YPKPM Ambon, semangat memilih pemimpin justru diwujudkan melalui teknologi digital. Untuk pertama kalinya, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027 digelar menggunakan sistem e-voting, Kamis (13/8/2026).

Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Donald W. Dias, S.Hut, mengatakan penerapan sistem pemungutan suara secara digital tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah yang selama ini dikenal sebagai sekolah berbasis digital.

“Di tahun 2026 ini proses pemilihan pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027 menggunakan sistem e-voting. Jadi seluruh proses pemilihannya tidak lagi menggunakan kertas suara, tetapi langsung melalui aplikasi,” ujar Donald saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, sistem tersebut menggunakan aplikasi khusus bernama Voting Smart School 2026 (SMASK) yang dikembangkan oleh tim media sekolah untuk mendukung proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS.

Melalui sistem tersebut, siswa maupun guru yang memiliki hak suara dapat memberikan pilihan secara digital. Donald menyebut penerapan e-voting merupakan langkah nyata sekolah dalam mengembangkan budaya digital, termasuk dalam praktik demokrasi di lingkungan pendidikan.

“Sekolah kami sudah dikenal di masyarakat sebagai sekolah digital. Karena itu, kami tetap melakukan proses-proses di dalam sekolah lebih ke arah digital, termasuk dalam sistem pemilihan OSIS,” katanya.

Donald menjelaskan, penerapan e-voting juga memberikan sejumlah keuntungan. Salah satunya mengurangi penggunaan kertas atau paperless.

Konsep tersebut, lanjut dia, tidak hanya diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi mulai dibawa ke berbagai aktivitas sekolah, termasuk pemilihan pemimpin organisasi siswa.

Keuntungan lainnya adalah proses penghitungan suara menjadi lebih cepat. Setelah seluruh pemilih memberikan suara melalui aplikasi, hasil pemungutan suara dapat diketahui tanpa harus melakukan penghitungan surat suara secara manual.

“Setelah seluruh peserta atau yang mempunyai hak suara selesai melakukan voting secara digital, pada saat itu juga sudah bisa langsung ditentukan pasangan Ketua maupun Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027,” jelasnya.

Donald menilai antusiasme siswa dan guru terhadap sistem baru tersebut cukup tinggi. Menurutnya, pemilihan OSIS menjadi ruang bagi sekolah untuk memperkenalkan sekaligus membiasakan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap pengurus OSIS yang terpilih nantinya mampu melanjutkan semangat digitalisasi yang menjadi salah satu karakter SMA Kristen YPKPM Ambon.

“Diharapkan pasangan Ketua maupun Wakil Ketua OSIS yang baru tetap mendukung program-program sekolah untuk mengembangkan digitalisasi di dalam semua ranah,” tuturnya.

Selain digitalisasi, Donald juga berharap pengurus OSIS periode 2026-2027 dapat ikut mendukung pengembangan STEM dan robotik yang menjadi salah satu keunggulan SMA Kristen YPKPM Ambon.

Menurutnya, pengembangan pembelajaran berbasis STEM dan robotik terus diarahkan untuk memperkuat kemampuan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Namun, di balik kemampuan teknologi tersebut, Donald menekankan bahwa karakter tetap menjadi hal utama yang harus dimiliki para pengurus OSIS.

“Yang paling penting adalah pengurus OSIS yang baru ini harus bisa menjadi contoh, cermin dan teladan bagi teman-teman mereka, seluruh siswa SMA Kristen YPKPM Ambon, dalam membangun karakter yang lebih baik,” pungkasnya.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS melalui e-voting tersebut sekaligus menjadi pengalaman demokrasi digital bagi para siswa. Sekolah berharap inovasi tersebut tidak hanya membuat proses pemilihan lebih praktis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, partisipasi, dan kepemimpinan kepada generasi muda.

(JB-01) 

Pos terkait