Ambon. Jejakberita, Com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat literasi keuangan sejak usia sekolah melalui berbagai program edukasi, termasuk penerapan modul ajar literasi keuangan bagi siswa SMP di Kota Ambon. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026.
Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan penguatan literasi keuangan di kalangan pelajar menjadi penting di tengah semakin mudahnya anak-anak mengakses berbagai produk dan layanan keuangan digital.
Hal itu disampaikan Haramain dalam kegiatan BASTORI bersama insan pers yang berlangsung di ruang pertemuan OJK Maluku, Kamis (13/8/2026).
Menurut Haramain, OJK Maluku telah menjalankan berbagai kegiatan edukasi keuangan, salah satunya melalui kick off Bulan Literasi Keuangan di SMP Negeri 4 Ambon.
“Harapannya bagaimana kita mengenalkan produk keuangan sejak dini kepada adik-adik SMP. Minimal mereka paham produk keuangan dasar dan juga paham pengelolaan keuangan,” kata Haramain.
Haramain menjelaskan, OJK Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon juga telah meluncurkan modul ajar literasi keuangan. Modul tersebut disiapkan sebagai pedoman bagi guru, khususnya guru SMP, dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kepada siswa.
Menurut dia, modul ajar untuk jenjang SMP tersebut merupakan inovasi yang diinisiasi OJK Maluku bersama guru-guru mata pelajaran IPS di Kota Ambon.
“Kalau yang SMA secara nasional sudah ada di Bali. Untuk SMP, kita yang menginisiasi bersama dengan guru-guru mata pelajaran IPS di Kota Ambon,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan mengelola uang sejak dini, terutama di tengah perkembangan transaksi digital.
Haramain mencontohkan, anak-anak saat ini semakin akrab dengan berbagai platform belanja dan layanan digital. Karena itu, uang saku yang diterima anak diharapkan tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi.
“Bagaimana kita bawa uang yang diterima dari uang jajan itu, sebagian bisa disisihkan untuk ditabung,” katanya.
OJK Maluku juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ambon melalui surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mendorong kebiasaan menabung di kalangan siswa.
Haramain mengatakan, pihaknya juga membagi sasaran sekolah kepada kantor-kantor cabang agar edukasi literasi keuangan dapat menjangkau seluruh SMP di Kota Ambon.
“Harapannya jangan sampai ada sekolah yang tertinggal,” ujarnya.
Tak hanya memberikan modul, OJK Maluku juga melakukan Training of Trainers (ToT) bagi para guru. Langkah ini dilakukan agar para guru tidak sekadar menerima buku, tetapi benar-benar memahami materi dan produk keuangan yang akan disampaikan kepada siswa.
Dalam pelaksanaan edukasi tersebut, OJK juga melibatkan lembaga jasa keuangan sebagai narasumber.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, OJK Maluku juga mengembangkan jaringan duta literasi keuangan. Program tersebut melibatkan duta literasi dari lembaga jasa keuangan, serta bekerja sama dengan Duta Bahasa Provinsi Maluku.
Selain itu, sekitar dua pekan sebelum kegiatan BASTORI, OJK Maluku mengumpulkan sekitar 50 peserta yang berasal dari kampus dan komunitas untuk mengikuti pelatihan selama dua hari bersama lembaga jasa keuangan.
Para peserta diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyampaikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.
“Kalau tadi Bapak-Ibu melihat, edukasi kita sudah banyak. Sebenarnya teman-teman di sini hanya empat orang. Jadi empat orang jalan ke mana-mana,” kata Haramain.
Dengan melibatkan komunitas, kampus, rumah ibadah, dan kelompok masyarakat lainnya, OJK berharap cakupan edukasi semakin luas.
Haramain menilai, jika puluhan peserta yang telah dilatih masing-masing mampu melakukan dua hingga tiga kali edukasi di lingkungan masing-masing, maka jumlah masyarakat yang terjangkau akan meningkat signifikan.
“Harapan kami dengan kolaborasi ini kita bisa dibantu untuk jumlah edukasi yang kita lakukan semakin banyak dan dayanya semakin banyak,” katanya.
Haramain menegaskan, OJK tidak dapat bekerja sendiri dalam memperluas literasi keuangan. Apalagi, wilayah kerja OJK Maluku mencakup 11 kabupaten/kota dan satu provinsi dengan jumlah personel yang terbatas.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, komunitas, kampus, hingga insan pers dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi.
“Kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya coverage-nya bisa lebih luas. OJK tidak bisa berjalan sendirian,” ujarnya.
Di sisi lain, upaya kolaboratif OJK Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan literasi keuangan juga mendapat apresiasi. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon masuk dalam tiga besar nominasi Financial Literacy Award tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.
Haramain berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di Maluku.
“Kita masuk tiga besar. Mudah-mudahan Kota Ambon bisa menang. Saya rasa ini sudah luar biasa,” tuturnya.
Ia menyebut dua daerah lain yang menjadi pesaing Kota Ambon dalam nominasi tersebut berasal dari Pulau Jawa.
Haramain berharap kolaborasi antara OJK, Pemerintah Kota Ambon, lembaga jasa keuangan, komunitas, dunia pendidikan, dan media dapat terus diperkuat sehingga literasi keuangan masyarakat Maluku semakin luas dan kebiasaan mengelola keuangan dapat dibangun sejak usia sekolah.
(JB-01)






