Rutan Ambon Tutup Pelatihan Pengelasan dan Meubelair, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Siap Kerja

AMBON. Jejakberita, Com — Sebanyak warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menyelesaikan pelatihan keterampilan pengelasan dan meubelair yang digelar bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon. Pelatihan ini ditujukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja sebagai modal saat kembali ke tengah masyarakat.

Pelatihan resmi ditutup di Rutan Kelas IIA Ambon, Rabu (12/8/2026). Kegiatan dihadiri Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon Jefry bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan Ambon. Turut hadir Subkoordinator Penyelenggara BPVP Ambon Ferdinandus R. Sampe, ST., bersama tim instruktur.

Selama pelatihan, warga binaan mendapat materi teori dan praktik terkait teknik pengelasan serta meubelair. Dalam praktik pengelasan, peserta mempelajari penggunaan peralatan, teknik dasar, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dari pelatihan tersebut, warga binaan berhasil membuat sejumlah produk berbahan logam, di antaranya dua kursi, satu meja, dan satu podium upacara.

Sementara dalam pelatihan meubelair, peserta dibekali kemampuan mengolah bahan kayu menjadi berbagai produk perabot yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas, ketelitian, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja secara mandiri.

Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon Jefry mengapresiasi dukungan BPVP Ambon dan seluruh instruktur yang mendampingi warga binaan hingga pelatihan selesai.

“Pelatihan ini bukan hanya tentang memberikan keterampilan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Jefry.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Menurutnya, kemampuan pengelasan dan meubelair dapat terus dikembangkan sebagai bekal untuk bekerja maupun membuka peluang usaha setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Jefry juga menilai kolaborasi dengan BPVP Ambon menjadi langkah penting dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan keterampilan di dunia kerja.

Subkoordinator Penyelenggara BPVP Ambon Ferdinandus R. Sampe mengatakan, para peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Selama mengikuti pelatihan, para peserta telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman praktik yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta berinisial A.N. Elon mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat bermanfaat setelah kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada pihak Rutan Ambon dan BPVP Ambon yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pelatihan ini,” kata Elon.

Dengan berakhirnya pelatihan, Rutan Kelas IIA Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program keterampilan diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman selama berada di dalam Rutan, tetapi juga menjadi modal untuk membangun kehidupan yang produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Kolaborasi dengan BPVP Ambon diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga binaan memperoleh keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (JB-01)

Pos terkait