Ambon. Jejakberita, Com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon meresmikan Dapur Sehat “BESTI” sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Fasilitas baru ini dirancang untuk memastikan penyediaan makanan berlangsung lebih sehat, higienis, aman, dan sesuai standar.
Peresmian Dapur Sehat BESTI yang merupakan singkatan dari Bersih, Efisien, Sehat, Tertib, dan Inovatif tersebut berlangsung pada Senin (10/8/2026). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, didampingi Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon beserta jajaran.
Dapur Sehat BESTI merupakan hasil renovasi dan pembenahan dari fasilitas dapur sebelumnya. Penataan dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan, kenyamanan, serta efektivitas dalam proses pengolahan dan penyediaan makanan bagi warga binaan.
Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon mengatakan penyelenggaraan makanan menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Karena itu, pihaknya berkomitmen memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi aspek kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kualitas.
“Penyelenggaraan makanan merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar WBP. Karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ricky Dwi Biantoro menilai penguatan tata kelola penyelenggaraan makanan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak dasar warga binaan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan Pemasyarakatan.
“Dapur Sehat BESTI ini adalah simbol perubahan mendasar dalam pelayanan kita. Saya berharap seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada, melainkan menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi dan menjaga integritas,” kata Ricky.
Dia meminta jajaran Rutan Ambon menjaga, merawat, dan mengoptimalkan fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Pengawasan juga harus dilakukan di setiap tahapan penyelenggaraan makanan, mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan hingga pendistribusian.
“ Kita harus memastikan pelayanan pemasyarakatan di Maluku semakin profesional, berintegritas, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta Warga Binaan,” sambungnya.
Salah satu warga binaan, Denny, yang dipercaya sebagai Kepala Dapur, menyambut baik pembenahan fasilitas tersebut. Menurutnya, dapur yang lebih representatif membuat proses pengolahan dan penyediaan makanan menjadi lebih tertata.
“Dengan adanya Dapur Sehat BESTI, kami berusaha menjaga kebersihan dan ketertiban dalam setiap proses pengolahan makanan. Kami juga merasa diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk memastikan makanan yang disiapkan dapat disajikan dengan baik bagi seluruh warga binaan,” ujarnya.
Usai meresmikan Dapur Sehat BESTI, Ricky juga meninjau sejumlah fasilitas pembinaan di Rutan Ambon, termasuk Bengkel Kerja dan Perpustakaan. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan, salah satunya pembuatan kursi sofa.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Ambon mengembangkan keterampilan dan produktivitas warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Peresmian Dapur Sehat BESTI sekaligus menjadi bagian dari transformasi pelayanan Rutan Kelas IIA Ambon. Langkah tersebut menegaskan komitmen untuk membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berintegritas sejalan dengan semangat Pemasyarakatan PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Melayani, dan Adaptif. (JB-01)






