AMBON. Jejakberita, Com– Harapan baru bagi desa-desa di Kota Ambon mulai dititipkan di pundak 147 mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon.
- Mereka bukan sekadar berangkat menjalani kewajiban akademik, tetapi diharapkan menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, menghidupkan potensi wisata, memperkuat literasi digital, sekaligus menjaga harmoni budaya dan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi jati diri masyarakat Maluku.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, saat melepas 147 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAKN Ambon Tahun 2026 di Aula IAKN Ambon, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Ely memberikan apresiasi kepada IAKN Ambon yang secara konsisten menyelenggarakan program KKN sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir bukan hanya sebagai pembawa program, tetapi juga menjadi sahabat, pendengar, dan mitra masyarakat yang mampu menghadirkan solusi sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Ely.
Ia menjelaskan, tema KKN tahun ini, “Inovasi Kreatif, Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi, dan Harmoni Budaya”, sangat relevan dengan arah pembangunan Kota Ambon yang terus mendorong transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Menurutnya, Kota Ambon memiliki kekayaan alam, sejarah, serta budaya yang besar, namun membutuhkan promosi yang lebih kreatif dan berbasis teknologi agar semakin dikenal secara nasional maupun internasional.
Karena itu, Ely berharap mahasiswa dapat membantu desa, negeri maupun kelurahan memperkenalkan potensi lokal melalui media digital, mengembangkan konten promosi wisata, meningkatkan literasi digital masyarakat hingga mendorong pemanfaatan teknologi secara produktif dan aman.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan dan kerukunan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Ambon.
“Kota Ambon dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Nilai-nilai itu harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya maupun agama,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Ely berpesan agar seluruh peserta KKN menjaga etika, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta meninggalkan karya yang memberikan manfaat berkelanjutan.
KKN Jadi Sarana Pembentukan Karakter Mahasiswa
Sementara itu, Rektor IAKN Ambon yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. Herly J. Lesilolo, M.Pd, mengatakan KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa.
“KKN menjadi ruang belajar langsung bersama masyarakat untuk menemukan solusi terhadap berbagai persoalan sekaligus membangun karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin yang memiliki tanggung jawab sosial,” katanya.
Ia menjelaskan, KKN 2026 mengusung tema “Inovasi Kreatif, Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi dan Harmoni Budaya” dengan melibatkan 147 mahasiswa dari tujuh program studi.
Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di sejumlah wilayah di Kota Ambon, di antaranya Kecamatan Nusaniwe, Kecamatan Sirimau, Kecamatan Baguala, dan Kecamatan Teluk Ambon.
Mahasiswa berasal dari Program Studi Pendidikan Agama dan Budaya, Ilmu Komunikasi, Teologi, Musik Gereja, Sistem Informasi, serta Teknologi Pendidikan.
Menurut Herly, setiap program studi memiliki peran strategis sesuai kompetensinya, mulai dari pengembangan pariwisata berbasis budaya, pengelolaan media sosial desa, edukasi moderasi beragama, pelatihan seni musik, digitalisasi administrasi desa, hingga penyusunan media pembelajaran bagi sekolah dan masyarakat.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap 147 mahasiswa ini tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang benar-benar dirasakan masyarakat serta menjadi pengalaman berharga dalam membentuk lulusan yang profesional dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” pungkasnya. (JB-01)






