Harganas 2026, BKKBN Maluku Ajak Keluarga Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

BKKBN Maluku43 Dilihat

AMBON. Jejakberita, Com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Maluku menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sebagai momentum mendorong keluarga menjadi garda terdepan dalam mengatasi persoalan sampah.

Melalui sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga, BKKBN Maluku mengajak masyarakat membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari rumah.

Kegiatan yang digelar secara daring pada Kamis (25/6) itu diikuti Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta masyarakat dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Selain meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya bank sampah berbasis keluarga di seluruh daerah tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat paling efektif membangun kebiasaan hidup bersih dan menjaga lingkungan.

“Kami ingin Penyuluh KB memiliki pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah rumah tangga sehingga dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Karena yang bersentuhan langsung dengan keluarga adalah para Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga. Dari keluarga inilah budaya mengelola sampah dengan baik dapat tumbuh,” kata Edi.

Menurutnya, pembentukan bank sampah di 11 kabupaten/kota menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis keluarga. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi melalui pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai guna.

Mengusung tema “Membangun Budaya Cinta Lingkungan melalui Pengolahan Sampah Keluarga”, sosialisasi disiarkan melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Maluku. Sejumlah peserta mengikuti kegiatan secara bersama-sama dari balai penyuluhan di berbagai wilayah kepulauan agar materi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Dr. sc. agr. drh. Faradilla Attamimi, MTAPSc. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa sehingga penguatan ketahanan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah.

Faradilla mengajak masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi kompos, eco enzyme, maupun eco brick yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.KM., M.Si., M.H., mengingatkan bahwa peningkatan jumlah penduduk berdampak pada bertambahnya volume sampah, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) semakin terbatas.

Karena itu, ia menilai pola pengelolaan sampah harus berubah dari konsep “kumpul-angkut-buang” menjadi pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui penerapan prinsip 3R di tingkat rumah tangga.

Selain membahas isu lingkungan, peserta juga mendapatkan materi literasi keuangan keluarga dari BRI/BFA Ambon. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan pengelolaan sampah sebagai peluang meningkatkan pendapatan keluarga melalui bank sampah dan kegiatan daur ulang.

Melalui peringatan Harganas ke-33, BKKBN Maluku berharap pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan Maluku yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (JB-01)