AMBON. Jejakberita, Com – Sebuah program unik dan menyentuh hati lahir dari Kota Ambon, Maluku. Untuk pertama kalinya di Indonesia, personel pemadam kebakaran hadir sebagai “ayah pengganti” bagi anak-anak yang tidak memiliki ayah atau yang ayahnya sedang bekerja di luar daerah saat momen pembagian rapor sekolah.
Program bertajuk Ayah Pengganti, Anak Hebat itu diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon.
Pelaksanaan perdana berlangsung di SMP Negeri 19 Ambon, Jumat (19/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Damkar Kota Ambon mendampingi siswa yang ayahnya telah meninggal dunia maupun bekerja di luar daerah sehingga tidak dapat hadir saat penerimaan rapor.
Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan memperkuat peran figur ayah dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kolaborasi tersebut lahir setelah pertemuan antara Kepala Perwakilan Kemendukbangga /BKKBN Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Edo Hehamahua, serta Kepala DPPKB Kota Ambon, Welly Patty.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Edo Hehamahua, mengatakan pihaknya menyambut baik pelibatan personel Damkar dalam program tersebut.
“Hari ini kami hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ayah Pengganti Anak Hebat. Kami menjadi ayah pengganti bagi anak-anak yang tidak memiliki ayah atau ayahnya bekerja di luar kota sehingga tidak dapat mengambil rapor. Kami berharap kehadiran ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Edo.
Menurutnya, para personel Damkar yang biasanya bertugas menyelamatkan masyarakat dari berbagai situasi darurat, kali ini menjalankan misi yang berbeda, yakni menghadirkan dukungan emosional dan motivasi bagi anak-anak.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dr. Edi Setiawan, menegaskan bahwa program tersebut lahir dari keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perhatian dan pendampingan pada momen penting dalam kehidupannya.
Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan kehadiran ayah berpengaruh besar terhadap perkembangan emosional, rasa percaya diri, dan motivasi anak.
Namun, masih banyak anak yang tumbuh tanpa pendampingan ayah karena berbagai alasan, mulai dari pekerjaan hingga kehilangan orang tua.
“Program Ayah Pengganti Anak Hebat lahir dari keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perhatian, dukungan, dan pendampingan. Ketika seorang ayah tidak dapat hadir, lingkungan di sekitar anak harus hadir memberikan dukungan,” ujarnya.
Edi menyebut Maluku menjadi daerah pertama di Indonesia yang menghadirkan personel pemadam kebakaran sebagai figur ayah pengganti dalam momentum penerimaan rapor siswa.
“Kami berharap gerakan ini dapat menginspirasi berbagai instansi, komunitas, dan elemen masyarakat lainnya untuk ikut menghadirkan dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan,” katanya.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Meywa Leimena, siswi SMP Negeri 19 Ambon. Ayah Meywa telah meninggal dunia sejak 2014 saat dirinya masih berusia tiga tahun.
Selama ini, rapornya selalu diambil oleh sang kakak. Namun pada pembagian rapor kali ini, Meywa didampingi seorang personel Damkar yang bertindak sebagai ayah pengganti.
Momen itu menjadi pengalaman berkesan bagi Meywa sekaligus simbol bahwa kehadiran dan kepedulian seseorang dapat memberikan arti besar bagi kehidupan seorang anak.
Melalui Program Ayah Pengganti, Anak Hebat, BKKBN Maluku berharap semakin banyak pihak terlibat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Sebab, setiap anak berhak mendapatkan dukungan, perhatian, dan kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi hebat menuju masa depan yang lebih baik. (JB-01)






