Kepala Perwakilan BKKBN Maluku: Keluarga Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

BKKBN Maluku35 Dilihat

AMBON. Jejakberita, Com – Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dibangun dari lingkungan keluarga.

Pernyataan itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Parenting memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Ambon yang berlangsung di Lantai V Manise Hotel Ambon, Senin (8/6/2026).

Dalam paparannya, Edi menekankan bahwa pendidikan pertama dan utama bagi anak tidak dimulai di sekolah, melainkan di rumah. Karena itu, orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, pola pikir, dan masa depan anak.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur, maka syarat utamanya adalah memiliki sumber daya manusia yang unggul. Dan tugas itu tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi dimulai dari keluarga,” ujar Edi di hadapan peserta seminar.

Menurutnya, Tim Penggerak PKK memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Ia menyebut keberhasilan pembangunan SDM berkualitas sangat bergantung pada keterlibatan aktif kader PKK hingga tingkat paling bawah.

“Kalau kami di Kementerian merancang program, maka yang mengimplementasikan langsung di lapangan adalah kader-kader PKK. Karena itu, peran PKK sangat luar biasa dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas,” katanya.

Edi menjelaskan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN berfungsi sebagai penggerak kebijakan, integrator program, sekaligus penyedia data kependudukan melalui Pendataan Keluarga.

Di Provinsi Maluku sendiri, tercatat sekitar 410 ribu keluarga yang menjadi sasaran berbagai program pembangunan keluarga. Data tersebut mencakup keluarga yang memiliki balita, remaja, pasangan usia subur hingga lanjut usia (lansia).

“Seluruh keluarga yang terdata menjadi target layanan dan edukasi yang harus kita sentuh bersama. Karena fokus kita sama, yaitu keluarga,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Edi juga memaparkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) yang menunjukkan jumlah penduduk Maluku mencapai sekitar 1,97 juta jiwa, dengan komposisi terbesar berasal dari Generasi Z.

Fenomena tersebut, kata dia, menghadirkan tantangan baru dalam pola pengasuhan anak, terutama terkait penggunaan gawai atau gadget yang semakin dominan dalam kehidupan keluarga.

“Musuh ibu-ibu sedunia saat ini adalah gadget. Gadget sudah menjadi anggota keluarga baru di rumah-rumah kita. Dulu keluarga banyak berinteraksi di meja makan, sekarang masing-masing lebih sibuk dengan gawainya,” ungkap Edi.

Ia mendorong lahirnya gerakan keluarga tanpa gawai dalam waktu tertentu sebagai upaya mengembalikan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak.

Selain itu, Edi juga menyoroti angka Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksi di Maluku yang masih berada pada angka 2,44, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 2,18.

Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata keluarga di Maluku masih memiliki dua hingga tiga anak. Karena itu, program Keluarga Berencana (KB) dinilai tetap menjadi kebutuhan penting dalam upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas keluarga.

“Program KB di Maluku memang berjalan baik, tetapi angka kelahiran masih relatif tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kader PKK,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Edi juga menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Maluku yang baru saja meraih penghargaan tingkat nasional dalam pelaksanaan pelayanan KB serentak memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, dan Tim Penggerak PKK terus diperkuat agar pembangunan keluarga berkualitas dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. (JB-01)