Kunjungan Tim Posyandu Kota Ambon Temukan Tiga Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni di Nusaniwe

Ambon. Jejakberita, Com – Di usia yang telah senja, Yomima Tahalele (91) tahun masih bertahan hidup di rumah berdinding senk tua yang telah berkarat di Dusun Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Bersama dua cucunya, ia menempati rumah sederhana yang bahkan belum memiliki fasilitas jamban yang layak. Kondisi inilah yang mengundang keprihatinan mendalam dari Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena dan Tim, saat melakukan kunjungan lapangan, Kamis pada (4/6/2026).

Kunjungan yang dilakukan Tim Pembina Posyandu Kota Ambon tersebut menemukan tiga keluarga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), yakni keluarga Yondri Angkotta dan Friko Anggota di kawasan Waimahu, Negeri Latuhalat, serta keluarga Yomima Tahalele di Dusun Airlouw, Negeri Nusaniwe.

Melihat langsung kondisi rumah-rumah tersebut, Lisa Wattimena mengaku tersentuh. Menurutnya, tempat tinggal yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat harus mendapat perhatian serius, terutama bagi warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Perhatian khusus diberikan kepada Yomima Tahalele yang telah lanjut usia. Rumah yang ditempatinya bersama dua cucu dinilai sangat memprihatinkan. Dinding rumah sebagian besar hanya terbuat dari seng tua yang telah lapuk dimakan usia, sementara fasilitas sanitasi yang layak juga belum tersedia.

Sementara itu, Yondri Angkotta dan Friko Anggota menjalani kehidupan dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Keduanya tidak memiliki pekerjaan tetap dan sehari-hari menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan, termasuk membantu nelayan setempat untuk memperoleh penghasilan.

Atas kondisi yang ditemukan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon langsung berkoordinasi dengan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut mendampingi kunjungan, termasuk Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Ambon.

Lisa meminta agar ketiga keluarga tersebut segera didata dan diproses untuk diusulkan sebagai penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu, data mereka juga akan diteruskan kepada Dinas Sosial Kota Ambon guna memastikan bantuan sosial yang sesuai dapat diberikan.

Menurut Lisa, Tim Pembina Posyandu Kota Ambon saat ini tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga berupaya menjembatani berbagai persoalan sosial yang ditemukan di lapangan.

“Posyandu bukan hanya soal kesehatan. Persoalan rumah tidak layak huni, bantuan sosial, air bersih, dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat lainnya juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang berada paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, para kader diharapkan lebih aktif mendengar dan melaporkan berbagai persoalan warga agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kader Posyandu merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Mereka harus peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi,” tegasnya.

Kunjungan Tim Pembina Posyandu Kota Ambon di Kecamatan Nusaniwe tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir dengan peran yang lebih luas.

Tidak hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan bagi warga kurang mampu untuk memperoleh perhatian dan bantuan pemerintah demi kehidupan yang lebih layak dan sejahtera. (JB-01)

Pos terkait