Jb. Com, Ambon — Di lorong sempit kawasan Passo Trem Wai Cina, Negeri Passo, Kota Ambon, masih ada warga yang bertahan hidup di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Atap tua, dinding rapuh, dan ruang sempit menjadi pemandangan yang menyentuh hati saat Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, datang meninjau langsung kondisi rumah warga, pada Senin (18/5/2026).
Kedatangan Lisa Wattimena bukan sekadar kunjungan seremonial. Bersama tim Posyandu, OPD terkait, dan masyarakat setempat, ia menyusuri gang permukiman warga untuk memastikan langsung kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Kehadiran kami untuk melihat langsung kondisi warga dan memastikan ada perhatian bagi keluarga yang membutuhkan bantuan,” ujar Lisa Wattimena.
Dalam kunjungan itu, Lisa berdialog langsung dengan penghuni rumah untuk mendengar keluhan serta kebutuhan mendesak yang dihadapi keluarga tersebut.
Tim juga melakukan pendataan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar sebagai langkah awal mencari solusi agar rumah warga dapat diperbaiki dan menjadi lebih layak dihuni.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Posyandu Untuk Semua” yang digagas Pemerintah Kota Ambon. Program itu tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan kesejahteraan warga kecil.
Pemerintah Kota Ambon menilai, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting agar persoalan warga tidak hanya didengar dari laporan, tetapi benar-benar dilihat dan dirasakan secara nyata.
Kolaborasi antara TP-PKK, Posyandu, OPD terkait, dan masyarakat juga terus diperkuat untuk memastikan warga yang hidup dalam keterbatasan mendapatkan perhatian dan bantuan yang tepat sasaran.
Di balik rumah-rumah sederhana di Passo, kunjungan tersebut membawa satu pesan kuat: pemerintah harus hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat kecil tidak merasa sendiri menghadapi kesulitan hidup. (JB-01)






