Kunjungan Idul Fitri Dibuka di Lapas Ambon, 126 Warga Binaan Bertemu Keluarga

Ambon. Jejakberita, Com– Suasana haru dan bahagia menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon saat layanan kunjungan khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah resmi dibuka, Sabtu (21/3/2026).

Sebanyak 126 warga binaan beragama Islam mendapat kesempatan langka untuk merayakan momen Lebaran bersama keluarga tercinta.

Momentum 1 Syawal ini menjadi pengobat rindu bagi para warga binaan yang selama ini terpisah dari keluarga. Meski berlangsung dalam keterbatasan, pertemuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan emosional.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Hendra Budiman, mengatakan layanan kunjungan Idul Fitri merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan sekaligus bentuk dukungan terhadap proses pembinaan.

“Hari Raya Idul Fitri adalah momen penuh makna. Kami ingin warga binaan tetap merasakan kebersamaan dengan keluarga, sehingga tumbuh motivasi untuk terus berkelakuan baik dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihak lapas berkomitmen menghadirkan pelayanan yang humanis, terutama pada momen keagamaan yang memiliki nilai emosional tinggi bagi warga binaan.

Salah satu warga binaan berinisial MM mengaku terharu bisa kembali bertemu keluarga di hari yang fitri. Ia menyebut kehadiran keluarga menjadi penyemangat untuk menjalani masa pembinaan.

“Saya sangat bahagia bisa bertemu keluarga di hari yang penuh berkah ini. Kehadiran mereka memberi semangat bagi saya untuk terus memperbaiki diri,” tuturnya.

Hal senada disampaikan keluarga warga binaan berinisial TH. Ia mengaku bersyukur bisa bertatap muka langsung meski dalam waktu terbatas.

“Kami bersyukur bisa bertemu langsung. Meski hanya sebentar, momen ini sangat berarti bagi kami. Semoga anak kami bisa terus berkelakuan baik dan segera kembali ke rumah,” ungkapnya.

Layanan kunjungan khusus Idul Fitri ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol kepedulian terhadap aspek kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan.

Pertemuan tersebut diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional sekaligus mendorong warga binaan untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik. (JB-01)