Nilai Komoditas Perikanan Tanimbar Tembus Rp834 Miliar, Karantina Perkuat Pengawasan

Oplus_131072

Tanimbar.Jejakberita,Com – Nilai lalu lintas komoditas perikanan dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada 2025 mencapai sekitar Rp834 miliar.

Potensi besar ini mendorong penguatan pengawasan oleh Badan Karantina Indonesia guna memastikan keamanan komoditas sekaligus mendukung pengembangan sektor perikanan daerah.

Data tersebut disampaikan Kepala Karantina Maluku, Willy Indra Yunan, saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, di kantor bupati, pada Selasa (10/3/2026).

Dalam pertemuan itu dibahas peran strategis karantina dalam mendukung kelancaran lalu lintas komoditas perikanan, pertanian, dan peternakan sekaligus menjaga wilayah dari ancaman hama dan penyakit.

Berdasarkan data karantina tahun 2025, lalu lintas komoditas perikanan dari wilayah Tanimbar tercatat cukup signifikan. Terdapat sekitar 213.103 ekor ikan hidup serta 3.324 ton ikan non-hidup yang dilalulintaskan ke berbagai daerah.

Willy menegaskan dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan pelayanan karantina di Tanimbar yang memiliki potensi besar di sektor perikanan.

“Sinergi antara karantina dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga kesehatan media pembawa serta mendukung pengembangan potensi komoditas daerah agar dapat dilalulintaskan secara aman,” kata Willy.

Ia menjelaskan pengawasan karantina juga bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya penyakit ikan yang dapat mengancam produksi perikanan, seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV), Viral Nervous Necrosis (VNN), dan Megalocytivirus.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan karantina dapat terus diperkuat. Menurutnya, Tanimbar memiliki potensi komoditas unggulan yang cukup besar, khususnya di sektor perikanan dan perkebunan.

Ia menyebut sejumlah komoditas yang memiliki peluang dikembangkan hingga pasar ekspor antara lain kepiting bakau, ikan kerapu, dan rumput laut.

“Dengan dukungan karantina, kami optimistis potensi komoditas daerah dapat terus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut diharapkan koordinasi antara Karantina Maluku dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin kuat dalam mendukung pengawasan perkarantinaan sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.

(JB-01)

Editor: Jerry

Pos terkait