Ambon. Jejakberita, Com– SMP Negeri 19 Ambon mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menjadi kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Sekolah menyiapkan sejumlah strategi pembelajaran tambahan guna memastikan kesiapan siswa, khususnya kelas IX.
Kepala SMPN 19 Ambon, Novy Gaspersz mengatakan bahwa TKA merupakan kebijakan baru pemerintah yang menggantikan pola pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang sebelumnya diterapkan.
Menurutnya, meski memiliki tujuan yang sama yaitu mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa, terdapat perbedaan mendasar dalam pelaksanaan kedua sistem evaluasi tersebut.
“Pada AKM sebelumnya, peserta hanya diambil dari sampel siswa kelas VIII sebanyak 45 orang di setiap sekolah tanpa mempertimbangkan rasio jumlah siswa secara keseluruhan,” jelas Novy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, dalam kebijakan TKA cakupan peserta menjadi lebih luas karena diikuti oleh seluruh siswa pada jenjang akhir pendidikan, yakni kelas VI SD, kelas IX SMP, dan kelas XII SMA.
Dengan sistem tersebut, TKA tidak hanya menjadi alat untuk mengukur mutu pendidikan di sekolah, tetapi juga menjadi indikator kesiapan siswa sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Selain menguji kemampuan literasi dan numerasi, pelaksanaan TKA juga mencakup survei lingkungan belajar dan survei karakter siswa.
Survei ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi proses pembelajaran di sekolah secara lebih komprehensif.
Novy menjelaskan, konsep literasi dan numerasi dalam TKA tidak hanya terbatas pada dua mata pelajaran utama.
“Literasi mencakup seluruh mata pelajaran yang mengandung informasi untuk dipahami siswa, sedangkan numerasi berkaitan dengan kemampuan memahami dan mengolah angka dalam berbagai konteks pembelajaran,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi TKA, pihak sekolah juga menyiapkan program bimbingan belajar tambahan yang dilaksanakan setiap hari bagi siswa kelas IX.
Program tersebut diberikan selama satu hingga dua jam pelajaran, menyesuaikan dengan jadwal belajar harian siswa di sekolah.
Jika dalam satu hari hanya terdapat enam jam pelajaran, maka bimbingan belajar diberikan selama satu jam. Sementara pada hari dengan jumlah jam pelajaran lebih banyak, tambahan pembelajaran diberikan hingga dua jam.
Melalui langkah ini, pihak sekolah berharap kemampuan akademik siswa dapat semakin meningkat sehingga mereka lebih siap menghadapi pelaksanaan TKA tahun ini. (JB-01)
