Digitalisasi Pembayaran Dorong UMKM Ambon, BI Sosialisasi QRIS dan Perlindungan Konsumen di Balai Kota

Oplus_131072

Ambon. Jejakberita,Com– Bank Indonesia (BI) terus mendorong percepatan digitalisasi ekonomi daerah melalui penguatan sistem pembayaran non tunai.

Upaya ini dilakukan dengan menggelar sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen, serta akuisisi merchant QRIS bagi pelaku UMKM Balai Kota Ambon, pada Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Vlisingen Balai Kota Ambon tersebut menghadirkan Deputi Bank Indonesia, Dicky Afriyanto, serta Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta. Turut hadir perwakilan Bank Tabungan Negara, jajaran OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, serta para pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Dicky Afriyanto menegaskan bahwa digitalisasi merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Menurutnya, transformasi digital di sektor pembayaran akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pengelolaan ekonomi daerah.

“Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang kemudian diturunkan ke berbagai daerah. Melalui kegiatan ini kami berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi lokal,” kata Dicky.

Ia menjelaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran besar dalam struktur ekonomi Indonesia. Lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi nasional ditopang oleh UMKM yang juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Karena itu, BI bersama pemerintah daerah dan sektor perbankan terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar pelaku UMKM dapat terhubung dengan ekosistem ekonomi digital.

“Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong Ambon sebagai kota digital yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta memperkuat ekonomi lokal melalui berbagai inovasi produk.

Menurut Ely, transformasi digital sistem pembayaran melalui QRIS telah membawa perubahan besar dari transaksi tunai menjadi non tunai yang lebih cepat, mudah, murah, dan aman.

“QRIS menjadi solusi pembayaran praktis bagi pelaku usaha. Semua transaksi tercatat secara digital sehingga memudahkan pengelolaan arus kas dan menghindari risiko uang palsu maupun kehilangan,” kata Ely.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Ambon juga terus memperkuat pengembangan UMKM melalui berbagai program prioritas daerah, termasuk penyediaan ruang usaha, bantuan sarana usaha, serta pengembangan ekonomi kreatif di ruang terbuka publik.

Program tersebut merupakan bagian dari 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2029 yang menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja, kemudahan investasi, serta penguatan sektor UMKM.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi digital, termasuk edukasi bagi pelaku usaha tentang keamanan transaksi, perlindungan data usaha, serta pencegahan penipuan digital.

Ely berharap melalui kegiatan ini semakin banyak pelaku UMKM di Kota Ambon yang memanfaatkan sistem pembayaran digital sehingga usaha mereka menjadi lebih modern, efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

(JB-01,)

Pos terkait