Dobo.Jejakberita,Com– Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., mendorong percepatan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD saat mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, pada Selasa (3/3/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Mauliwaty didampingi Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan Ketua TP PKK Kepulauan Aru Claudia Imarisa Kaidel, serta Kepala DPPKB Kepulauan Aru Aris Gainau. Peninjauan difokuskan pada kesiapan dapur SPPG Durjela dalam mendukung program MBG, termasuk implementasi skema 3B.
Kepala SPPG Durjela, Fika Masela, menjelaskan pihaknya saat ini melayani total 3.000 penerima manfaat. Rinciannya, 2.500 siswa dari 1 PAUD, 3 SD, 2 SMP, dan 1 SMA, serta 500 penerima manfaat kategori MBG 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“SPPG Durjela menyediakan MBG bagi 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari 2.500 siswa dan 500 penerima manfaat MBG 3B,” ujar Fika.
Ia menjelaskan, operasional dapur dilakukan enam hari dalam sepekan, Senin hingga Sabtu, dengan dua kali proses memasak setiap hari. Untuk sekolah pagi, proses memasak dimulai pukul 02.00 WIT, sedangkan untuk sekolah siang dimulai pukul 09.00 WIT.
“Jadi kita masak dua kali dalam satu hari untuk sekolah-sekolah yang masuk pagi dan yang masuk siang,” katanya.
SPPG Durjela juga mengedepankan menu lokal bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, termasuk siswa yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu. Atas inovasi tersebut, SPPG Durjela menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat bersama 20 SPPG lainnya di Indonesia.
Namun untuk pelaksanaan MBG 3B, Fika mengakui masih ada satu tahapan administrasi yang perlu dilengkapi, yakni data alergi penerima manfaat.
“Sementara untuk penerima manfaat MBG 3B, data kami sudah terima dari Penyuluh KB Kecamatan Pulau-Pulau Aru, namun kami masih menunggu data alergi penerima manfaat MBG 3B,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Mauliwaty mengapresiasi langkah kehati-hatian SPPG Durjela dalam memastikan keamanan konsumsi makanan bagi kelompok rentan. Ia berharap data alergi dapat segera diterima agar distribusi MBG 3B tidak tertunda.
“Kami mengapresiasi SPPG Durjela karena memperhatikan tingkat alergi pada penerima manfaat, sehingga menu yang diberikan dapat dikonsumsi dengan baik,” kata Mauliwaty.
Ia menegaskan, percepatan penyaluran MBG 3B penting sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Aru. (JB-01)






