Persidangan Jemaat ke-XLVI GPM Rumahtiga 2026 Digelar, Pdt Dany: Syukur dan Penyembahan Jadi Fondasi Sidang

Oplus_131074

Jejakberita. Com, Ambon – Persidangan Jemaat ke-XLVI GPM Rumahtiga Tahun 2026 resmi digelar di Gereja Cahaya Kemuliaan, Negeri Rumahtiga, kecamatan Teluk Ambon, kota Ambon, pada Minggu (22/2/2026).

Mengawali agenda strategis gereja itu, pesan kuat tentang syukur dan penyembahan ditegaskan sebagai fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan pelayanan jemaat ke depan.

Sidang jemaat diawali dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pdt Dany Wattimanela. Dalam khotbah yang didasarkan pada Mazmur 22:20-25, ia mengingatkan bahwa persidangan gereja bukan sekadar forum organisasi, melainkan peristiwa iman yang harus bertolak dari relasi yang hidup dengan Tuhan.

“Syukur itu tentang sesuatu yang telah kita terima. Kita bersyukur atas semua yang Tuhan berikan, dan itu kita sampaikan kepada Allah dalam doa. Apa yang kita bawa hari ini adalah bukti berkat Tuhan dalam hidup kita,” ujar Pdt Dany di hadapan jemaat.

Ia menambahkan, dalam doa bukan hanya ada ungkapan syukur, tetapi juga penyembahan. Penyembahan, kata dia, adalah gaya hidup orang percaya. Bukan sekadar respons atas keadaan baik, melainkan sikap hati yang tetap percaya dan bersorak kepada Tuhan meski situasi berubah.

Menurutnya, penyembah sejati adalah mereka yang tetap berdoa dan berjalan di jalan Tuhan, bahkan ketika doa belum terjawab atau harapan belum terwujud. “Memiliki Tuhan adalah segalanya. Di batas kemampuan manusia, di situlah kita menemukan kuasa dan penyertaan Tuhan,” tegasnya.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan pelaksanaan Persidangan Jemaat ke-XLVI, yang menjadi ruang evaluasi pelayanan sekaligus perumusan program kerja jemaat ke depan. Fondasi spiritual yang kuat diharapkan menjadi dasar konsolidasi gereja, keluarga, dan seluruh perangkat pelayanan dalam menjawab tantangan zaman.

Hadir pula Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon Utara, Ketua Majelis Jemaat GPM Rumahtiga beserta perangkat majelis, para pendeta jemaat, dan peserta persidangan.

Melalui persidangan ini, jemaat diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola pelayanan gereja, tetapi juga membangun kehidupan keluarga dan persekutuan yang kokoh.

Seperti ditegaskan dalam khotbah pembukaan, konsolidasi terkuat bukan semata pada struktur, melainkan pada relasi yang benar dengan Tuhan yang menjadi sumber kekuatan dalam setiap dinamika kehidupan. (JB-01)

Pos terkait