Digitalisasi Ubah Pola Literasi Siswa, Kadis Kominfo Ambon Ronald Lekransy Ingatkan Bahaya Distraksi dan Hoaks

Jejakberita. Com, Ambon – Arus digitalisasi yang kian deras mengubah cara guru dan siswa memahami literasi. Jika dulu membaca identik dengan buku cetak dan ruang perpustakaan, kini literasi ditentukan oleh kemampuan menavigasi banjir informasi di ruang siber.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Literasi Digital di SMP Negeri 6 Ambon, Jumat (13/2/2026).

Di hadapan sekitar 100 siswa dan guru, Lekransy menekankan bahwa digitalisasi telah menggeser makna literasi secara fundamental.

Menurutnya, literasi saat ini bukan lagi sekadar kemampuan membaca teks, melainkan kecakapan memahami, memilah, serta memverifikasi informasi di tengah derasnya arus konten digital.

“Sekarang siapa pun yang memiliki koneksi internet bisa mengakses jurnal ilmiah, e-book, hingga kursus daring dari seluruh dunia. Ini peluang besar, tetapi juga tantangan yang tidak ringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemudahan akses informasi justru menghadirkan persoalan baru. Otak anak-anak, kata dia, cenderung memindai kata kunci ketimbang membaca secara mendalam (deep reading).

Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi menurunkan daya serap dan kemampuan mengingat informasi secara komprehensif.

Tak hanya itu, notifikasi media sosial dan tautan hyperlink yang terus bermunculan membuat fokus anak mudah terpecah. Distraksi digital, lanjutnya, menjadi salah satu faktor yang memperpendek rentang konsentrasi generasi muda.

“Ditambah lagi dengan maraknya hoaks dan algoritma media sosial, kemampuan memvalidasi sumber informasi menjadi kompetensi literasi yang paling krusial saat ini,” tegasnya.

Karena itu, Lekransy mendorong guru dan siswa untuk membangun pola pikir kritis serta memahami etika digital. Ia menilai pendidikan literasi digital harus mencakup kemampuan berkomunikasi secara santun, bertanggung jawab, dan berintegritas di ruang digital.

Sementara itu, staf Dinas Kominfo Kota Ambon, Maicel Latuheru, turut memberikan materi tentang pilihan aktivitas produktif di ruang digital. Ia memperkenalkan berbagai peluang di media sosial yang tak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga berpotensi menghasilkan pendapatan.

“Dunia digital bukan lagi sekadar tempat hiburan. Ini sudah menjadi ekosistem ekonomi yang nyata. Pilihan aktivitas digital yang bisa menghasilkan sangat beragam, tergantung keahlian dan waktu yang dimiliki,” jelasnya.

Kegiatan literasi digital tersebut berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan permainan interaktif.

Para siswa tampak antusias mengikuti materi yang dikemas ringan namun sarat edukasi, menandai pentingnya penguatan literasi digital sejak bangku sekolah menengah pertama di Kota Ambon.

(JB-01)