Verifikasi Faktual KRS di Desa Bula Selamatkan Baduta, Risiko Stunting Terdeteksi Dini

BKKBN Maluku178 Dilihat

Jejakberita. Com, Seram Bagian Timur – Verifikasi faktual Keluarga Risiko Stunting (KRS) terbukti menjadi langkah krusial dalam upaya pencegahan stunting. Di Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kegiatan ini bahkan berhasil menyelamatkan seorang baduta yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat diare berkepanjangan.

Verifikasi faktual KRS tersebut dilaksanakan dalam rangka Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) selama tiga hari, yakni Kamis, Jumat, dan Senin, pada 22, 23, dan 26 Januari 2026. Kegiatan melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten SBT, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Ketua PKK Desa Bula, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga kader Posyandu.

Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Ketua PKK Desa Bula. Koordinasi tersebut membahas data sasaran KRS serta data anak dengan status gizi kurang yang diperoleh dari Puskesmas dan akan menerima bantuan Program Genting. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga sasaran untuk memastikan kondisi faktual di lapangan.

Dalam proses verifikasi, tim menemukan satu keluarga KRS kelompok baduta dengan kondisi kesehatan memprihatinkan. Baduta berinisial Y.T.P. dilaporkan mengalami diare selama lima hari hingga menyebabkan tubuhnya lemas. Atas temuan tersebut, tim segera melakukan rujukan ke RSUD Bula untuk mendapatkan penanganan medis guna mencegah kondisi semakin memburuk.

Tak hanya fokus pada penanganan kesehatan darurat, verifikasi faktual juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada keluarga. Tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Program Genting, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis pencegahan stunting sejak dini.

Dari keseluruhan kegiatan, sebanyak 15 Keluarga Risiko Stunting sasaran Program Genting berhasil diverifikasi. Tim juga mendokumentasikan berbagai faktor risiko stunting, termasuk kondisi rumah, sanitasi lingkungan, serta pola pengasuhan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.

Sebagai tindak lanjut, Tim Pendamping Keluarga memfasilitasi bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi keluarga baduta Y.T.P. Fasilitasi tersebut dikoordinasikan bersama Kepala Desa Bula agar keluarga tersebut dapat terdaftar sebagai peserta BPJS-PBI, sehingga memperoleh layanan kesehatan gratis di RSUD Bula.

Ke depan, hasil verifikasi faktual ini akan dirangkum dalam laporan KRS sasaran Program Genting berdasarkan skala prioritas dan disampaikan kepada tim pengendali Genting di DPPKB Kabupaten Seram Bagian Timur.

Selain itu, akan dilakukan pemetaan kelompok sasaran KRS yang akan mendapatkan intervensi lanjutan melalui Program Genting dan Program Makan Bergizi Gratis.

(JB-01)