Jejakberita. Com, Ambon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah terbukti memberi dampak signifikan bagi proses belajar-mengajar di SMP Negeri 17 Ambon. Sejak program tersebut berjalan, tingkat kehadiran siswa meningkat tajam, sementara angka bolos dan alfa hampir tidak lagi ditemukan.
Hal itu disampaikan Plt Kepala SMPN 17 Ambon, Richmond Erhad Pietersz, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap disiplin dan konsentrasi belajar di sekolah.
“Puji Tuhan, sejak ada MBG, presentasi kehadiran siswa meningkat luar biasa. Anak-anak yang biasanya bolos atau alfa, dari data yang kami lihat, sudah berkurang hampir sama sekali,” ujar Richmond.
Kemasan Diganti Ompreng Aluminium, Menu Lokal Tetap Disajikan
Richmond menjelaskan, pada awal pelaksanaan MBG, makanan masih disajikan menggunakan wadah plastik. Namun setelah adanya regulasi baru, pihak penyedia menggantinya dengan ompreng berbahan aluminium, yang hingga kini masih digunakan.
“Awalnya memang pakai mika plastik, tapi setelah ada aturan baru, langsung diganti dengan ompreng aluminium dan itu berlanjut sampai sekarang,” jelasnya.
Dari sisi menu, makanan yang disajikan dinilai cukup bervariasi dan menyesuaikan dengan kearifan lokal Ambon. Beberapa menu yang rutin diberikan antara lain nasi, ikan, telur, sayur-sayuran, serta buah-buahan.
“Menu lokal juga ada, seperti patatas, sayur-sayuran, ikan. Biasanya juga selalu ada buah. Jadi menunya tidak monoton, tiap hari bervariasi,” kata Richmond.
Hampir Penuhi Gizi Seimbang, Jumat Dapat Tambahan Snack
Meski belum sepenuhnya sempurna, Richmond menyebut menu MBG di SMPN 17 Ambon hampir memenuhi prinsip gizi seimbang. Selain karbohidrat dan lauk pauk, siswa juga mendapat asupan protein dan vitamin.
“Kalau dibilang 4 sehat 5 sempurna, mungkin hampir memenuhi. Ada nasi, sayur, ikan, telur, dan buah,” ujarnya.
Khusus setiap hari Jumat, siswa juga mendapat tambahan snack, berupa susu, biskuit, buah, dan telur, selain makanan utama.
“Jadi bukan cuma makan bergizi gratis di ompreng, tapi juga dapat snack setiap hari Jumat,” tambahnya.
Pembagian Makanan Disesuaikan Dua Shift Sekolah
SMPN 17 Ambon menerapkan sistem dua shift, yakni pagi dan siang. Untuk menjaga agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar, pembagian MBG dilakukan saat jam istirahat.
“Shift pagi itu jam istirahat pukul 09.30 WIT, sedangkan shift siang pukul 15.30 WIT. Jadi kami tunggu jam istirahat baru dibagikan,” jelas Richmond.
Dengan total 445 siswa, terdiri dari 146 siswa kelas IX dan sisanya kelas VII dan VIII, distribusi MBG berjalan relatif lancar. Untuk kelas IX yang masuk pagi dan menjalani tambahan bimbingan belajar, makanan hampir selalu habis.
“Karena kelas IX sekarang fokus persiapan ujian, jadi semua masuk. Makanannya habis,” katanya.
Hampir Tak Ada Makanan Terbuang, Keracunan Nihil
Richmond juga menepis anggapan adanya pemborosan makanan. Menurutnya, hingga kini tidak ditemukan kasus makanan terbuang, baik di shift pagi maupun siang.
Ia memastikan, sejauh ini tidak pernah terjadi kasus keracunan makanan. Setiap makanan yang datang selalu diperiksa terlebih dahulu oleh tim dan koordinator MBG yang telah memiliki surat keputusan (SK) resmi.
“Setiap makanan datang, dicek dulu kualitasnya. Kalau sudah baik, baru dibagikan ke siswa,” tegas Richmond.
Sekolah Rasakan Dampak Besar Program MBG
Menurut Richmond, MBG telah membantu sekolah menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Siswa tidak lagi terganggu oleh rasa lapar, terutama bagi mereka yang tidak sempat sarapan atau makan siang di rumah.
“Sekarang anak-anak fokus belajar. Mereka tidak lagi memikirkan soal makan. Mau sarapan di rumah atau tidak, tetap ada makan di sekolah,” ujarnya.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dampaknya dirasakan langsung oleh guru maupun siswa.
“Sebagai pihak sekolah yang menjalani ini setiap hari, kami merasakan dampak yang luar biasa. Siswa bersyukur, guru juga. Harapan kami, program pemerintah ini bisa terus berlanjut,” pungkas Richmond.
(JB-01)






