Jejakberita. Com, Ambon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai direalisasikan di SMP Negeri 6 Ambon sejak Senin (19/1/2026). Meski sempat mengalami kendala teknis pada hari pertama pelaksanaan, distribusi makanan bagi siswa yang terbagi dalam dua shift berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta didik.
Plt Kepala SMPN 6 Ambon, Emelia M. Tuhumuri, S.Pd, mengatakan program MBG sejatinya telah dijadwalkan sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama pihak penyelenggara. Pelaksanaannya disesuaikan dengan sistem dua shift yang diterapkan sekolah.
“Untuk sekolah pagi, pembagian MBG dijadwalkan saat istirahat kedua, sementara untuk sekolah siang pada istirahat pertama. Ini sudah dirancang sejak awal karena jumlah siswa cukup besar,” kata Emelia saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).
Emelia mengakui pada hari pertama pelaksanaan terjadi keterlambatan distribusi pada jam istirahat pertama. Hal itu menyebabkan makanan baru diterima saat mendekati istirahat kedua. Namun, koordinasi cepat dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan normal.
“Kemarin memang ada kendala karena ini baru pertama kali direalisasikan sejak Oktober lalu. Tapi sudah dikoordinasikan dengan guru mata pelajaran, sehingga pembagian tetap berjalan aman tanpa mengganggu kegiatan sekolah,” ujarnya.
Distribusi Libatkan Guru dan Wali Kelas
Terkait mekanisme penerimaan MBG, Emelia menjelaskan makanan dikirim oleh tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan diterima oleh tim koordinasi sekolah di aula. Mengingat jumlah penerima mencapai sekitar 700 siswa per shift, distribusi dilakukan secara gotong royong.
“Tidak mungkin tim SPPG yang hanya 5–6 orang mengangkut ratusan paket. Jadi semua guru membantu, termasuk wali kelas, bahkan dibantu beberapa siswa untuk membawa makanan ke kelas,” jelasnya.
Untuk sekolah pagi, pembagian MBG dilakukan sekitar pukul 10.25 WIT, sementara sekolah siang dilaksanakan mendekati pukul 14.00 WIT atau saat istirahat pertama.
Siswa Senang, Gizi Dinilai Sesuai Standar
Emelia menyebutkan hasil tanya jawab dengan siswa menunjukkan respons yang sangat baik. Para siswa merasa senang karena mendapatkan tambahan makanan bergizi di sekolah, terutama bagi mereka yang tidak sempat sarapan atau memiliki keterbatasan ekonomi.
“Ini sangat membantu siswa, apalagi yang mungkin terburu-buru ke sekolah atau memang kurang asupan. Tapi kami juga ingatkan, makanan harus dimakan dan dihabiskan, jangan dibuang,” tegasnya.
Dari sisi kualitas, Emelia memastikan menu MBG yang dibagikan telah memenuhi standar gizi. Hal ini juga dipantau langsung oleh tim sekolah, yang salah satunya diketuai guru IPA.
“Dari pengamatan kami, karbohidrat dan proteinnya sudah sesuai standar. Jadi secara gizi sudah memenuhi,” katanya.
Harapan Kualitas Tetap Terjaga
Ke depan, Emelia berharap program MBG dapat terus berjalan dengan menjaga konsistensi menu dan kualitas makanan, meski jumlah penerima cukup besar.
“Harapan saya, meskipun dibagikan dalam jumlah banyak, kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga supaya siswa benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkas Emelia. (JB-01)






