Natal AMGPM Ranting Galilea: Pemuda Diajak Jadi Pembawa Damai dan Pembaru Hidup

Ragam556 Dilihat
Jejakberita. Com, Ambon – Perayaan Natal AMGPM Ranting Galilea berlangsung khidmat di Gereja Pancaran Anugerah, Jemaat GPM Rumahtiga, Senin (8/12). Ibadah yang dihadiri puluhan anggota Angkatan Muda ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi menjadi momentum pembaruan hidup dan panggilan bagi kaum muda untuk menjadi pembawa damai di tengah berbagai tantangan zaman.
Refleksi firman dibawakan Pdt An. Norimarna, yang mengangkat bacaan dari Filipi 4:6 dan Yohanes 1:14. Dalam renungannya, ia menegaskan bahwa Natal merupakan lahirnya kesadaran baru—kesadaran untuk menjadikan diri dan persekutuan sebagai rumah kasih karunia.

“Ini adalah deklarasi penting bagi Angkatan Muda. Kita didorong menjadikan diri dan persekutuan sebagai ruang hidup yang penuh kasih, pengampunan, dan pembaruan,” ujar Pdt Norimarna.

Ia mengajak para pemuda untuk keluar dari kecemasan, keraguan, dan keterasingan yang sering mengekang kehidupan orang muda.

“Natal itu membaharui. Natal itu memberdayakan. Natal Kristus itu menghidupkan kembali kehidupan manusia yang melemah bahkan kehilangan arah,” tegasnya.

Ketua AMGPM Ranting Galilea: Natal Memanggil Pemuda untuk Dewasa, Bertumbuh, dan Melayani

Dalam pidatonya, Ketua AMGPM Ranting Galilea, Jesica Pattiradjawane, menyampaikan bahwa perayaan Natal tahun ini menjadi panggilan bagi setiap anggota untuk bertumbuh dalam karakter dan kedewasaan iman.

“Sebagai pemuda, kita berada pada fase penuh dinamika. Tetapi Natal mengingatkan kita bahwa setiap pergumulan harus dihadapi dengan harapan dan keberanian. Kristus hadir untuk memampukan kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memberi dampak,” kata Jesica.

Ia menekankan pentingnya membangun persekutuan yang sehat dan saling menopang.

“Kita ingin Ranting Galilea menjadi wadah yang mempersatukan. Tidak ada yang berjalan sendiri. Kepengurusan, anggota, pembina, semuanya adalah tubuh pelayanan yang harus bekerja bersama,” ujarnya.

Jesica juga mengajak seluruh pemuda untuk berani tampil sebagai pemimpin muda di tengah perubahan zaman.

“Kepemimpinan tidak dimulai dari jabatan, tetapi dari kemauan untuk melayani, peduli, dan memberi teladan. Itulah pesan Natal bagi kita,” tambahnya.

Ketua Cabang Tiberias II Ajak Pemuda Jadi Agen Damai

Ketua AMGPM Cabang Tiberias II, Ewin Matitapitty, dalam sambutannya turut mengajak anggota muda untuk menyalurkan damai Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

“Banyak dari kita tampak kuat di luar, tapi hatinya penuh beban. Karena itu damai yang dibawa Kristus menjadi kabar baik bagi kita para pemuda,” ucap Ewin.

Ia menegaskan bahwa pemuda harus menjadi agen damai, baik di keluarga, kampus, pekerjaan, maupun dalam persekutuan.

“Kita dipanggil saling memaafkan, saling menjaga, saling menguatkan. Persekutuan ini harus menjadi tempat bertumbuh, bukan terpecah,” katanya.

Ewin juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan pelayanan selama tahun 2025 serta berterima kasih atas dukungan seluruh potensi Ranting Galilea.

Perayaan Natal ditutup dengan harapan bahwa seluruh pemuda AMGPM Ranting Galilea dapat terus bertumbuh, melayani, dan menjadi terang di komunitas masing-masing.

“Saya mengajak kita merayakan Natal dengan hati penuh syukur. Biarlah damai Kristus menguatkan kita sebagai orang muda dan memampukan kita menjadi pembawa damai di manapun kita berada,” tutup Ewin.

Perayaan Natal ini di hadiri oleh unsur pengurus cabang Tiberias II, Pembina, ketua Unit dan wadah organisasi di sektor Galilea serta keluarga besar AMGPM Ranting Galilea serta tamu undangan lainnya. (JB-01)