Jejakberita. Com, Ambon — Seabad lebih perjalanan Muhammadiyah di Maluku akhirnya terdokumentasi secara utuh. Lewat peluncuran buku “1928 Maluku Muhammadiyah: Sejarah Dinamika dan Pergerakan Muhammadiyah di Maluku”, Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku membuka kembali arsip perjuangan para pendiri dan penggerak Muhammadiyah yang selama ini tersebar dalam ingatan kolektif umat.

Dalam sambutannya, Majelis Pustaka dan Informasi PWM Maluku menegaskan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya serius melestarikan sanad perjuangan Muhammadiyah di Maluku.
Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam modern yang dinamis, tidak hanya dalam bidang dakwah tetapi juga melalui amal usaha—pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial. Di balik semua itu, terdapat kisah pengorbanan, ketekunan, dan militansi keilmuan para tokoh pendahulu yang sering kali luput dari pencatatan sejarah.

Mengungkap Kiprah Muhammadiyah di Maluku Sejak 1928
Buku “1928 Maluku Muhammadiyah” hadir sebagai catatan otentik perjalanan Muhammadiyah di tanah Maluku sejak awal mula pergerakan. Isinya menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam:
pendirian sekolah-sekolah modern,
layanan kesehatan melalui klinik dan rumah sakit,
pembinaan sosial serta panti asuhan,
serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seluruh rekam jejak itu memperlihatkan bagaimana Muhammadiyah mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maluku—bahkan jauh sebelum infrastruktur pendidikan dan kesehatan modern berkembang seperti sekarang.
Bukan Sekadar Buku, Tetapi Rujukan Sejarah
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi momentum penting bagi kader Muhammadiyah, akademisi, dan masyarakat luas. Selain sebagai rujukan sejarah, buku tersebut dipandang dapat memperkuat identitas kolektif sekaligus menjadi panduan untuk melanjutkan misi dakwah dan kemaslahatan umat.
“Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi pajangan di rak. Ia harus menjadi sumber primer untuk memahami kontribusi Muhammadiyah dalam konteks keindonesiaan, khususnya di Maluku,” demikian pesan penyusun dan penyelenggara.
Dengan hadirnya karya ini, Muhammadiyah Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjaga warisan sejarah sambil tetap bergerak menjawab tantangan zaman. Buku ini bukan hanya lembaran dokumentasi, tetapi energi baru bagi generasi yang ingin meneruskan jalan pencerahan. (JB-01)






