Jejakberita. Com, Ambon — Kunjungan warga negara asing (WNA) ke Provinsi Maluku tercatat meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Lonjakan ini membuat Direktorat Jenderal Imigrasi memperketat pengawasan sekaligus memperkuat edukasi keimigrasian kepada pelaku usaha dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Doni Alfisyahrin, S.E., M.A.P., saat diwawancarai wartawan usai membuka kegiatan Sosialisasi Keimigrasian dan Desa Binaan Imigrasi Tahun 2025 di Biz Hotel Ambon, Selasa (18/11).
Doni menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini digelar oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon sebagai upaya memperluas pemahaman publik mengenai aturan keimigrasian, khususnya bagi pelaku usaha keagenan kapal serta desa-desa yang menjadi lokasi desa binaan imigrasi.
“Tujuannya agar semua pihak memahami program-program keimigrasian, terutama yang berkaitan dengan pelaku usaha keagenan kapal dan masyarakat desa. Mereka juga dapat berperan aktif membantu mengawasi keberadaan orang asing di lingkungannya,” ujarnya.
Doni mengungkapkan, dalam rentang tiga bulan terakhir, tren kunjungan WNA ke Maluku terus mengalami kenaikan.
Lonjakan tersebut terjadi bukan hanya di Kota Ambon, tetapi juga di beberapa daerah lainnya.
“Kebetulan peningkatan kunjungan warga negara asing ini didominasi wisatawan. Ada juga yang datang untuk mengunjungi keluarga. Untuk kunjungan bekerja, jumlahnya sangat kecil dan rentan jika tidak diawasi,” jelasnya.
Meski kunjungan meningkat, Doni menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh WNA di wilayah Maluku.
Ia memastikan pelayanan keimigrasian terus ditingkatkan, namun tetap membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kita ingin pelayanan terus membaik, tetapi juga perlu dukungan masyarakat dan pemda agar peningkatan jumlah wisatawan ini berkelanjutan. Tidak hanya naik pada akhir tahun, tetapi setiap bulan,” tambahnya.
Menurutnya, dari hasil pemantauan Imigrasi, wisatawan asal Belanda menjadi yang paling banyak berkunjung ke Maluku. Mereka umumnya datang untuk menikmati situs-situs peninggalan perang, wisata snorkeling, dan perjalanan menggunakan kapal.
“Wisata alam Maluku sangat luar biasa. Ini menjadi modal utama yang harus kita jaga dan tingkatkan agar Maluku dapat menjadi tujuan wisata utama,” kata Doni.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, Imigrasi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta kualitas layanan keimigrasian guna mendukung berkembangnya sektor pariwisata Maluku. (JB-01)






