Jejakberita. Com, Frankfurt – Ketua Umum Wanita Islam Maluku, Johanna Irma Betaubun, mendapat undangan resmi menghadiri Konferensi Internasional dan Lintas Agama “Nostra Aetate” yang digelar di Frankfurt, Jerman pada 5–6 November 2025. Undangan ini dinilai menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kiprah perempuan Maluku dalam memperkuat dialog lintas agama.
Konferensi ini diselenggarakan untuk memperingati 60 tahun deklarasi Nostra Aetate, dokumen penting Konsili Vatikan II tahun 1965 yang menandai era baru hubungan Gereja Katolik dengan agama-agama lain, terutama Islam dan Yudaisme.
Acara bergengsi ini diinisiasi oleh Sekolah Pascasarjana Filsafat dan Teologi Sankt Georgen Frankfurt, bekerja sama dengan Akademi Katolik Keuskupan Limburg (Haus am Dom) dan Forum for Intercultural Dialogue e.V. (FID e.V.).
Bahas Masa Depan Dialog Agama
Dalam undangan yang ditandatangani Prof. Dr. Tobias Specker SJ, disebutkan konferensi akan menghadirkan pidato utama, laporan dari berbagai negara, diskusi panel, hingga tur kota lintas agama pada hari penutupan. Para peserta juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari panitia selama kegiatan berlangsung.
Tiga lembaga penyelenggara—Keuskupan Limburg, Ordo Yesuit (Provinsi Eropa Tengah), dan FID e.V.—menyebut konferensi ini sebagai ruang refleksi global untuk memperkuat toleransi, penghormatan, dan kerja sama antarumat beragama.
Panitia tak hanya mengundang Irma Betaubun sebagai peserta, tetapi juga membuka peluang bagi lembaga yang ia wakili untuk menjadi mitra kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Irma menyambut undangan ini sebagai kesempatan strategis untuk menghadirkan perspektif Islam Maluku di forum global dan memperkuat jaringan kerja sama antarumat beragama.
Melalui konferensi ini, semangat Nostra Aetate—yang menekankan dialog, penghormatan, dan persaudaraan lintas iman—diharapkan terus hidup dan relevan di tengah dinamika global saat ini. (JB-01)






