Ketua Klasis Pulau Ambon Beberkan Kesiapan Sidang Sinode GPM ke-39: “Semua Berjalan Lancar”

Oplus_131074

Jejakberita. Com, Ambon – Ketua Klasis Pulau Ambon, Pdt. W.A. Beresaby, S.Th, menegaskan bahwa pelaksanaan Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku (GPM) yang kini memasuki hari kelima, berjalan dengan lancar dan penuh sukacita.

Wawancara dengan media berlangsung di halaman Gereja Maranatha Ambon, Kamis (23/10/2025) malam.  Dalam kesempatan itu, Beresaby menguraikan bagaimana Klasis Pulau Ambon menyiapkan diri sebagai tuan rumah sejak jauh hari.

“Sejak awal kami sudah mempersiapkan diri untuk menerima tamu dari 25 jemaat. Ada 16 jemaat di Pulau Ambon yang dilibatkan langsung dalam pelayanan dan penyambutan,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh persiapan dilakukan dengan semangat kebersamaan. Jemaat di berbagai wilayah Klasis Pulau Ambon menyiapkan tempat tinggal bagi peserta, serta memfasilitasi kebutuhan logistik seperti konsumsi, transportasi, hingga pelayanan kesehatan.

“Kami memaksimalkan semua tenaga untuk melayani tamu-tamu peserta sidang. Evaluasi harian juga dilakukan agar semua berjalan tepat waktu,” ujarnya.

Untuk memudahkan mobilitas peserta selama persidangan, panitia juga menyediakan dukungan transportasi.

“Setiap peserta diberi ongkos transportasi Rp50 ribu per hari untuk mobil atau ojek menuju lokasi sidang komisi. Jadi semua sudah diatur agar mereka bisa berpindah tempat dengan mudah,” terang Beresaby.

Selain itu, panitia  juga menyiapkan posko kesehatan bagi peserta, secara umum pelaksanaan sidang dinilai berjalan tanpa kendala berarti.

“Puji Tuhan, tidak ada masalah serius. Semua berjalan baik,” katanya.

Beresaby juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat publik di Maluku yang turut memberikan dukungan, termasuk melalui jamuan makan malam bagi peserta sidang.

“Atas nama seluruh pelayan dan warga gereja di Klasis Pulau Ambon, kami berterima kasih kepada pemerintah daerah. Jamuan makan ini bukan hanya soal anggaran, tetapi wujud kebersamaan antara gereja dan pemerintah,” ucapnya.

Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi ruang perjumpaan yang bermakna antara peserta sidang dan para pemimpin daerah.

“Banyak peserta yang akhirnya bisa mengenal langsung Gubernur, Wakil Gubernur, maupun pejabat lainnya. Ada sukacita tersendiri,” tambahnya.

Beresaby menuturkan, pelaksanaan sidang kali ini tidak hanya soal rapat-rapat formal, tetapi juga menjadi ajang pertumbuhan iman bersama.
Ia mencontohkan keterlibatan anak-anak dan pemuda dari Klasis Teluti, yang tampil sebagai padung suling (ansambel musik suling) di berbagai ibadah selama sidang berlangsung.

“Anak-anak dari Teluti itu luar biasa. Mereka bahkan bercerita dengan sukacita bisa tampil dan bertemu langsung dengan walikota  saat tampil di depan Balai Kota Ambon,” tuturnya.

Beresaby juga mengungkap, selain menerima tamu, pihaknya turut melakukan pelayanan kesehatan gratis di Jemaat Kariu, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial gereja.

“Sidang Sinode ini bukan sekadar kegiatan gerejawi, tapi ruang untuk membangun kehidupan umat Tuhan bersama — baik di Pulau Ambon maupun di jemaat-jemaat lain,” pungkasnya.


Judul alternatif SEO-friendly lainnya:

  1. Ketua Klasis Pulau Ambon Beberkan Kesiapan Sidang Sinode GPM ke-39: “Semua Berjalan Lancar”
  2. Sidang Sinode GPM ke-39 Hari ke-5, Ketua Klasis Pulau Ambon: Semua Jemaat Terlibat Aktif
  3. Dari Transportasi hingga Jamuan Pejabat, Begini Kesiapan Klasis Pulau Ambon Jadi Tuan Rumah Sidang Sinode GPM

Pos terkait