Erol da Costa Apresiasi School Expo SD Inpres 36 Ambon: Role Model Pendidikan Berbasis Budaya

Jejakberita Com, Ambon — Semarak kreativitas dan semangat kebudayaan mewarnai halaman SD Inpres 36 Ambon, Sabtu (21/6/2025), saat sekolah tersebut menggelar School Expo 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Merdeka dalam Belajar, Merdeka dalam Berkarya” ini sukses memukau para undangan, termasuk Anggota DPRD Kota Ambon, Erol da Costa, yang hadir langsung menyaksikan.

Saat diwawancarai media ini, Erol menyampaikan apresiasi mendalam atas pelaksanaan School Expo tersebut. Ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga wadah penting untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal di tengah dunia pendidikan.

“Ini sebuah terobosan luar biasa dari SD Inpres 36 Ambon. Anak-anak mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam seni suara dan tari-tarian tradisional khas Maluku dan Ambon. Ini harus menjadi role model bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Teluk Ambon dan bahkan di seluruh Kota Ambon,” ujar Erol dengan penuh semangat.

Acara ini memang tak sekadar pameran hasil belajar. Anak-anak tampil percaya diri membawakan nyanyian rakyat, atraksi musik tradisional, hingga tarian khas daerah seperti Dansa katreji dan tarian Tore, yang menggambarkan kekayaan budaya Maluku. Sorak sorai para orang tua, guru, dan tamu undangan pun menambah kemeriahan suasana.

Panitia kegiatan, Ike Manuputty, dalam laporannya menegaskan bahwa School Expo diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar-mengajar yang telah dijalankan dengan prinsip kurikulum merdeka. “Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan hasil belajar mereka secara kreatif, otentik, dan membumi,” tuturnya.

Erol da Costa menilai, pendekatan berbasis budaya seperti yang dilakukan SD Inpres 36 Ambon sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Di tengah gempuran teknologi dan budaya global, sekolah justru harus menjadi benteng untuk memperkenalkan identitas lokal sejak dini.

“Pendidikan hari ini tak boleh melupakan akar budayanya. Justru lewat kegiatan seperti ini, kita menanamkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran. Ambon punya kekayaan budaya yang luar biasa, dan sekolah adalah tempat terbaik untuk menumbuhkannya,” lanjut politisi dari Dapil Teluk Ambon itu.

Kegiatan School Expo ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus terpaku di ruang kelas. Dengan melibatkan seni, budaya, dan partisipasi aktif peserta didik, pendidikan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

Erol pun berharap, Dinas Pendidikan Kota Ambon bisa menjadikan agenda semacam ini sebagai kegiatan tahunan yang bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lainnya. “Mari kita jadikan sekolah sebagai ruang kreatif dan kultural, bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik,” pungkasnya.(JB-01)

 

 

 

 

Pos terkait