SMPN 11 Ambon Gelar  Ujian Praktik. Kepsek Lesnussa Tegaskan Ujian Praktik Bukan Sekadar Formalitas

Jb. Com, Ambon – Pelaksanaan ujian praktik di SMP Negeri 11 Ambon berlangsung tertib dan penuh semangat. Ujian yang dimulai sejak Senin (14/04/2025) ini diikuti oleh 77 siswa dan mencakup empat mata pelajaran, yaitu PJOK, Seni Budaya, Prakarya dan Muatan Lokal. Kegiatan ujian dilaksanakan di empat ruang uji dan berlangsung selama empat hari.

Kepala SMPN 11 Ambon, Ralph Lesnussa, S.Pd, saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya, pada Selasa (15/04) menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian berjalan lancar sejak hari pertama.

“Seluruh siswa mengikuti ujian dengan baik. Meskipun ada yang terlambat karena sakit, namun semangat mereka tetap tinggi untuk mengikuti ujian,” ujar Lesnussa.

Ia menjelaskan, sekolah telah melakukan koordinasi dengan orang tua siswa agar mendampingi dan mempersiapkan anak-anak mereka dengan baik menjelang ujian.

“Kami tekankan bahwa ujian praktik bukan sekadar formalitas. Penilaian dilakukan sesuai dengan kriteria standar dari Kementerian. Kami harap semua siswa lulus tanpa harus mengulang,” tambahnya.

Terkait materi ujian, khususnya pada mata pelajaran PJOK, Lesnussa menyebutkan bahwa materi yang diujikan merupakan materi esensial yang telah dipelajari sejak semester satu hingga lima.

“Siswa mampu mempraktikkan gerakan-gerakan senam dengan baik, dan ini menunjukkan kesiapan mereka,” jelasnya.

Untuk pelajaran Prakarya, Seni Budaya, dan Muatan Lokal, siswa dibagi ke dalam kelompok. Meski pengerjaan dilakukan bersama, namun penilaian tetap dilakukan secara individu untuk mengukur kemampuan personal.

Menariknya, dalam praktik seni musik daerah, para siswa diarahkan untuk memainkan alat musik tradisional seperti totobuang, rebana, ukulele, tifa, suling, hingga hawaian. Namun, dari observasi pelaksanaan, mayoritas siswa hanya mampu menguasai tiga jenis alat musik, yaitu ukulele, tifa, dan rebana.

“Kami memahami keterbatasan, tetapi kami tetap dorong agar siswa tidak sekadar mengejar nilai, melainkan benar-benar mampu memainkan alat musik tradisional sebagai bagian dari identitas sekolah,” kata Lesnussa.

Sebagai sekolah yang dikenal dengan julukan “Sekolah Musik Tradisional”, Kepsek SMPN 11 Ambon berharap melalui pelaksanaan ujian praktik ini, semangat pelestarian budaya lokal terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda.

“Kami ingin SMPN 11 Ambon dikenal bukan hanya sebagai lembaga pendidikan umum, tetapi juga sebagai pusat pelestarian musik tradisional di Ambon,” pungkasnya. (JB-01)

 

 

 

Pos terkait