Jb. Com, Ambon – Dalam upaya memperkuat ketahanan demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif, Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon menggelar forum diskusi bertajuk “Sinergitas Program Democratic Resilience Bersama Pemerintah Kota Ambon”, yang berlangsung di Carita Cafe, Gunung Malintang, Ambon, pada Selasa (15/04).
Kegiatan ini dibuka oleh Naam Seknum, Program Manajer Democratic Resilience (DemRes). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memperkuat peran masyarakat sipil dalam pembangunan demokrasi yang sehat.
“Forum ini adalah wujud nyata bahwa masyarakat sipil tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga bagian penting dari proses pengambilan kebijakan. Suara publik harus didengar dan dihargai,” ujar Naam Seknum.
Forum ini menghadirkan beragam elemen masyarakat, mulai dari akademisi, aktivis demokrasi, kelompok disabilitas, jurnalis, hingga generasi muda inklusif dari Maluku.
Narasumber utama, Dr. Julista Mustamu, S.H. dari Universitas Pattimura Ambon, menyampaikan pandangan akademiknya tentang urgensi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Ia menyebut kolaborasi sebagai jembatan menuju tata kelola yang lebih terbuka dan inklusif.
“Ketahanan demokrasi hanya bisa terwujud jika ada kemitraan sejajar antara warga negara dan negara. Keterlibatan publik dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan adalah kunci,” ungkap Dr. Julista.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat sinergi di berbagai sektor, termasuk aksesibilitas layanan publik, partisipasi pemuda, serta keterbukaan informasi.
YPPM Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam memperjuangkan tata kelola yang lebih demokratis.
“Kami berharap forum seperti ini menjadi ruang strategis yang berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat perlu terus saling mendengar untuk membangun kepercayaan dan memperkuat demokrasi lokal,” pungkas Naam Seknum. (JB-01)






