Jejak berita.Com, Ambon – Sosok yang bersahabat dengan semua orang, meskipun tidak dapat melihat sejak tahun 1976, Bapak Simon Pattipeilohi tidak pernah menyerah dan bergantung dengan orang lain, bahkan dia mampu mendirikan sebuah Panti Asuhan untuk menampung anak-anak yang mempunyai berkebutuhan khusus (tuna netra), bahkan bisa mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Kasih, kini sosok rendah hati itu telah tiada.
Tepat hari Senin 8 Juli 2024, pukul 07.30 WIT Bapak Simon Pattipeilohi menghembuskan nafas terakhir karena sakit di RSUP dr J. Leimena dalam usia 74 tahun.
Ibadah pemakaman berlangsung di rumah duka hari Selasa 9 Juli 2024, pukul 15.00 WIT, jenazah Bapak Simon Pattipeilohi dimakamkan di pemakaman keluarga, desa Rumahtiga, komplek pohon mangga.
Kepergian orang yang baik ini, meninggalkan 8 anak asuhnya yang selama ini tinggal bersama di Panti Asuhan Pelita Kasih Negeri Rumahtiga
Bapak Simon Pattipeilohi Dimata Para Sahabatnya
Berikut ungkapan hati Bapak Jhon Limba terhadap sosok Bapak Simon Pattipeilohi. Sebagai sahabat beliau adalah seorang yang rendah hati, sangat menghormati orang dan pandai bergaul dengan banyak orang.
“Dengan sikap rendah hati itu beliau mampu berkomunikasi dengan banyak orang tanpa memikirkan bahwa secara fisik beliau terbatas karena tidak bisa melihat, sikap itulah yang membuat orang suka bergaul dengan beliau,” kenangnya.
Sebagai salah seorang sahabat, kami sangat menghormati beliau, kegigihan dan pantang menyerah merupakan prinsip beliau, hal itu dapat dibuktikan, beliau mampu mendirikan panti asuhan untuk menampung anak-anak berkebutuhan khusus (tuna netra) yang sampai beliau wafat masih ada 8 anak asuhnya yang masih tinggal bersama, beliau juga mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Kasih untuk menampung anak-anak berkebutuhan khusus dalam mengenyam pendidikan yang layak, sungguh luar biasa perjuangan beliau hingga akhir hayat.
Hal yang sama diungkapkan oleh mantan Rektor universitas Pattimura, Bapak Nus Sapteno.
Menurutnya, Bapak Simon Pattipeilohi meskipun mempunyai kelemahan, orangnya luar biasa, pekerja keras, punya keyakinan dan semangat untuk membangun yayasan pelita kasih, mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Kasih, mendirikan panti asuhan palita kasih.
“Walaupun kondisi fisiknya terbatas, beliau mampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik secara individu maupun dengan organisasi-organisasi yang ada termasuk juga dengan pemerintah dalam hal ini dinas sosial, sehingga hasilnya dapat dirasakan sampai saat ini,” Tuturnya.
Oleh karenanya saya memberikan apresiasi yang tinggi atas apa yang telah dilakukan oleh beliau, semoga itu menjadi teladan, bahkan meskipun dengan keterbatasannya beliau mampu meninggalkan nilai-nilai keteladanan yang perlu di contohi oleh generasi muda saat ini.
“Beliau memang sudah kembali kepada Allah Bapa di Surga, namun nilai-nilai keteladanan, pekerja keras dan pantang menyerah dalam keterbatasan, haruslah menjadi motivasi bagi kita semua,” Ungkapnya.
Ini riwayat hidup almarhum Simon Pattipeilohi
Lahir di Rumahtiga, 3 Nopember 1949
Semasa hidupnya Bapak Simon Pattipeilohi pernah diangkat sebagai Ketua Yayasan Pelita Kasih berdasarkan Akte Notaris Nomor 11, Tanggal 12 Juli Tahun 2004.
Diangkat Sebagai Guru Kontrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Dengan Nomor SK. 111/Dikbud-PROMAL/I/2011 terhitung sejak Tanggal 01 Januari 2011 s/d 31 Desember 2021.
Guru Honor pada Yayasan Pelita Kasih terhitung sejak Tanggal 01 Januari 2022 s/d 31 Desember 2024.
Ketua Panti Asuhan/LKS Disabiltas Pelita Kasih Terhitung Sejak Tanggal 01 Juli 2012 sampai dengan Saat Ini, dengan hasil Sertifikasi Akreditasi No. 674. SA-LKS.C/2019 dari Kementrian Sosial Republik Indonesia Tertanggal 01 Agustus Tahun 2019.
Pernah Menjabat Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia Daerah Maluku (PERTUNI) Sejak Tahun 2005 sampai dengan Tahun 2020
Untuk diketahui ;
• Sejak Tahun 1976 Almarhum mengalami gangguan penglihatan
• Pada Tahun 1980 Almarhum mulai terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Negeri Rumahtiga.
• Pada Tahun 1990 s/d 2005 sangat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi disabilitas dan pernah pengajar di SLB Leliani I Binaan Bapak Jack Ospara serta mulai almarhum mulai meniti karir dalam organisasi PERTUNI MALUKU.
• Setelah Pasca Pengungsian Tahun 2000 Almarhum Tetap eksis membina beberapa anak dalam kegiatan sosial kemasyarakat sampai awal tahun 2004 Almarhum mengutarakan kerinduan untuk memiliki sebuah Yayasan sehingga dapat mengayomi semua anak disabilitas khususnya yang Tunanetra untuk dibina secara baik.
• Atas kemauan dan keinginan keras Almarhum, kemudian mengajak beberapa Hamba Tuhan dan Tokoh Gereja di Jemaat GPM Rumahtiga dan kita berapat di Gedung Gereja Dusun Kasih untuk mendirikan sebuah Yayasan dan yang disepakati dengan nama : Yayasan Pelita Kasih sesuai dengan keinginan Almarhum dengan Akte Notaris Nomor 11, Tanggal 12 Juli Tahun 2004.
• Atas semua dedikasih dan kerjakeras almarhum bersama beberapa orang pengurus Yayasan dibentuklah Sekolah Luar Biasa Pelita Kasih pada tahun 2004 dengan Surat Ijin Operasional SLB dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, SK Nomor : 503/46/2005, tertanggal 20 Mei Tahun 2005 dan beroperasi hingga saat ini.
• Atas Prakarsa Bapak Wem Narua dan Ibu Welny Hariawang/Lesnusa maka pada tahun 2012, didirikan Panti Asuhan Disabilitas Pelita Kasih dengan susunan Pengurus Ketua Bapak Simon Pattipeilohy, Sekretaris Bapak Wem Narua dan Bendahara Ibu Welny Hariawang/Lesnussa dengan jumlah anak Panti sebanyak 16 anak yang semuanya sebagai siswa SLB Pelita Kasih dan telah terakreditasi Pada Tanggal 01 Agustus Tahun 2019 oleh Kemetrian Sosial Republik Indonesia.
• Sebelum mengembuskan nafas terakhir Almarhum telah memberikan tanggungjawab kepada beberapa orang untuk dapat melanjutkan perjuangan Almarhum dalam pengembangan Yayasan, SLB dan Panti Asuhan Pelita Kasih. (JB-01)






