Ambon. Jb, Com — Direktur PT Molluccas Creative Development Team, Fiany Huwae, menegaskan bahwa anak muda Maluku harus memiliki skill, mental, dan daya saing yang setara dengan daerah lain di Indonesia melalui sertifikasi profesi barista dan roaster yang diakui secara nasional.
Hal itu disampaikan Fiany dalam kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Skema Barista dan Roaster “Molucca Coffee Party Batch I Tahun 2026” yang dibuka oleh Walikota Ambon Bodewin Wattimena, yang berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem kopi Maluku yang profesional dan berdaya saing.
“Kalau orang berbicara tentang Indonesia Emas 2045, maka itu tidak boleh hanya dimulai dari barat Indonesia. Perubahan itu juga harus dimulai dari Timur Indonesia, dan Maluku harus menjadi bagian dari gerakan besar itu,” tegas Fiany.
Ia menjelaskan, pihaknya memiliki harapan besar agar para pelaku kopi di Maluku ke depan dapat tersertifikasi sebagai BDSP sehingga memiliki kompetensi yang diakui secara profesional.
Dengan semangat itu, kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut digelar melalui kolaborasi bersama LSP Kopi Indonesia, Lembaga Pelatihan Kerja Masyarakat Kopi Indonesia, dan Sekolah Kopi Indonesia yang sejak tahun lalu terus mendukung pengembangan sumber daya manusia kopi di Maluku.
Fiany mengungkapkan, sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta diwajibkan mengikuti tahapan pre-test untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
Dari total 37 pendaftar, terdapat dua peserta yang tidak mengikuti tahapan pre-test karena tidak sempat melakukan submit, sementara lima peserta lainnya memperoleh nilai terendah berdasarkan standar dari LSP Kopi Indonesia.
“Karena itu kami menetapkan 30 peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan ini. Jumlah tersebut juga disesuaikan dengan kuota yang diberikan oleh Kementerian UMKM yang mendukung pelatihan dan sertifikasi ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kementerian juga berharap program tersebut dapat berjalan sukses dan berkelanjutan sehingga di tahun mendatang jumlah peserta dapat meningkat hingga 50 sampai 70 orang.
Untuk batch pertama, kegiatan dipusatkan di Kota Ambon. Namun ke depan, pihaknya menargetkan pelaksanaan pelatihan serupa dapat digelar di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Barat Daya agar menjangkau generasi muda di 11 kabupaten/kota di Maluku.
Fiany menilai sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi langkah penting untuk meningkatkan kredibilitas para pelaku industri kopi lokal.
“Dengan sertifikasi resmi, peserta akan diakui sebagai barista dan roaster yang kompeten dan profesional,” ujarnya.
Ia bahkan optimistis kualitas kopi dan barista Maluku mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
“Kalau di Jakarta satu cangkir kopi bisa dijual sampai Rp60 ribu, maka di Maluku juga harus bisa. Karena kualitas barista kita juga sudah tersertifikasi dan mampu bersaing,” katanya.
Selain pengembangan SDM, Fiany juga menyoroti potensi kopi asli Maluku yang mulai dikembangkan anak-anak muda daerah melalui produk seperti Forale Coffee dan Empiran Coffee.
Menurutnya, sejak tahun 2019 komunitas kopi Maluku telah turun langsung ke berbagai negeri di kabupaten-kabupaten untuk mengembangkan potensi kopi lokal.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, hari pertama difokuskan pada pelatihan kompetensi, sementara hari kedua akan dilaksanakan uji kompetensi bagi 30 peserta untuk menentukan kelayakan mereka sebagai barista dan roaster profesional.
“Output akhirnya adalah sertifikasi resmi dari BNSP,” ungkapnya.
Sementara pada hari ketiga akan digelar Festival Kopi di Pattimura Park yang menghadirkan talkshow, narasumber dari kementerian, hingga kompetisi manual brew dengan menghadirkan expert dari luar daerah.
Fiany pun menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon atas dukungan terhadap pengembangan anak muda Maluku di sektor industri kreatif kopi.
Ia juga berharap seluruh peserta yang telah melewati tahapan seleksi dapat lulus uji kompetensi sehingga menjadi bukti bahwa generasi muda Maluku memiliki kemampuan dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. (JB-01)






