Miras, Balap Liar hingga Kehilangan Barang Mengintai Lorong Tahu, Kapolsek Sirimau Turun Langsung!

AMBON. Jejakberita, Com – Warga Lorong Tahu, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, mengungkap sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Mulai dari konsumsi minuman keras (miras), potensi balap liar, kebisingan hingga kehilangan barang menjadi perhatian dalam kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas yang digelar Kapolsek Sirimau, Senin (31/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIT di Lorong Tahu RT 003/RW 002, Jalan Mutiara, Kelurahan Rijali. Kapolsek Sirimau IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd., hadir langsung berdialog dengan warga bersama personel Polsek Sirimau.

Pertemuan itu menjadi ruang bagi polisi dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekaligus mencari langkah pencegahan secara bersama-sama.

Dalam dialog tersebut, warga berharap pengawasan terhadap anak muda yang mengonsumsi miras dan berpotensi terlibat balap liar dapat ditingkatkan.

Meski balap liar belum ditemukan secara langsung di kawasan tersebut, warga menyebut adanya anak-anak muda dari luar lingkungan yang kerap berkumpul. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan apabila tidak diawasi.

Selain itu, warga juga mendorong agar sistem keamanan lingkungan (siskamling) kembali diaktifkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kapolsek Sirimau IPTU Bastian Tuhuteru mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Menurutnya, salah satu faktor yang kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas adalah konsumsi miras. Karena itu, warga diminta turut melakukan pengawasan dan mengingatkan anak-anak muda agar tidak mengonsumsi miras secara berlebihan hingga melakukan tindakan yang mengganggu masyarakat.

“Apabila masyarakat merasa terganggu atau menemukan adanya gangguan kamtibmas, segera hubungi Call Center Polri 110 atau sampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas maupun Babinsa,” demikian imbauan Kapolsek dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek juga meminta masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya anak muda yang memiliki kebiasaan atau terlibat balap liar. Polisi, kata dia, dapat melakukan langkah pembinaan serta membuat pernyataan agar perilaku tersebut tidak berulang.

Peran orang tua juga dinilai penting. Kapolsek meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak, termasuk penggunaan kendaraan bermotor, sebagai langkah pencegahan terhadap balap liar dan gangguan kamtibmas lainnya.

“Warga jangan menjadi pelaku maupun pemicu kejahatan, karena hukum tidak pandang bulu,” tegasnya.

Selain persoalan miras dan balap liar, Kapolsek mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi dalam persoalan antarindividu. Setiap masalah diharapkan dapat diselesaikan secara baik dan kekeluargaan sehingga tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok atau antarwilayah.

Masyarakat juga diminta membantu kepolisian dalam mencegah, melerai, dan menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rijali Aipda Fachrul Bailussy menyampaikan bahwa sebagian besar warga di wilayah tersebut merupakan pendatang atau penghuni kos yang bekerja di kawasan Mardika.

Menurutnya, konsumsi miras masih ditemukan, meski sejauh ini belum menimbulkan keributan berarti. Situasi kamtibmas secara umum masih aman dan terkendali, dengan kehilangan barang menjadi salah satu kerawanan yang perlu diperhatikan.

Babinsa Kelurahan Rijali Serka Farham Samal juga menyebut miras dan hiburan malam sebagai beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Meski demikian, tidak terdapat konflik menonjol dan hubungan sosial masyarakat dari berbagai latar belakang suku berjalan cukup baik.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua RW 002 Franky Pattirajawane, Ketua RT 001 Irna Makassar, Ketua RT 003 Maku Maruanaya, Babinsa Kelurahan Rijali, Bhabinkamtibmas, personel Unit Intelkam Polsek Sirimau serta warga Lorong Tahu dari RT 001, RT 002, RT 003 dan RT 004 RW 002.

Dari kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas tersebut, kondisi keamanan di wilayah RW 002 secara umum dinilai aman dan terkendali. Namun, sejumlah persoalan seperti miras, kebisingan kegiatan masyarakat, kehilangan barang, potensi balap liar, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga ancaman kebakaran tetap menjadi perhatian.

Polsek Sirimau mendorong penguatan koordinasi antara kepolisian, pemerintah setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT/RW dan masyarakat. Pengaktifan kembali siskamling serta pemanfaatan layanan Call Center Polri 110 diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. (JB-01

Pos terkait