Pasca Warga Binaan Kabur, Lapas Ambon Perketat Pengamanan dan Aktifkan Pos Atas II

Ambon. Jejakberita, Com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memperketat pengamanan pasca-insiden pelarian warga binaan. Sejumlah titik rawan kini diperbaiki, termasuk penerangan di area pantauan serta pengaktifan kembali Pos Atas II yang sebelumnya kosong.

Pembenahan tersebut dilakukan pada Rabu (26/8) sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lapas. Perbaikan penerangan difokuskan pada area luar, branggang, hingga titik-titik di sekitar tembok perimeter yang dinilai membutuhkan peningkatan visibilitas, terutama pada malam hari.

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, S. Hendra Budiman, mengatakan pihaknya langsung melakukan evaluasi setelah insiden tersebut. Menurutnya, setiap titik yang berpotensi menjadi celah keamanan harus segera dibenahi.

“Kami telah menginstruksikan jajaran untuk segera membenahi seluruh titik lemah, mulai dari lampu penerangan yang minim hingga penempatan personel di pos atas II. Keamanan Lapas adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” kata Hendra saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain memperbaiki penerangan, Lapas Ambon juga kembali menempatkan petugas di Pos Atas II. Pos tersebut sebelumnya tidak terisi karena keterbatasan personel.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan tambahan lampu sorot dipasang untuk memperluas jarak pandang petugas. Penempatan personel di Pos Atas II juga dilakukan secara bergiliran.

“Penerangan di area luar dan titik rawan tembok perimeter sudah kami maksimalkan. Pos atas II yang sebelumnya kosong juga kini sudah terisi oleh petugas secara bergiliran agar pengawasan terhadap aktivitas warga binaan jauh lebih ketat,” ujar Jefry.

Pengetatan pengamanan tersebut turut dirasakan langsung oleh petugas yang bertugas di lapangan. Salah satu anggota regu pengamanan Lapas Ambon, Afdeany Mahu, mengatakan tambahan penerangan membuat pemantauan di sekitar branggang dan tembok keliling lebih optimal pada malam hari.

“Dengan tambahan penerangan dan rekan-rekan yang kini mengisi pos kosong, kami merasa jauh lebih terbantu dan sigap dalam mengawasi situasi. Pengawasan kini menjadi lebih berlapis dan terpantau dengan baik,” kata Afdeany.

Lapas Ambon menyatakan pembenahan keamanan tidak berhenti pada perbaikan fasilitas dan penempatan personel. Evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengamanan juga akan terus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Optimalisasi sarana pengamanan dan sumber daya manusia tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan di dalam maupun luar area lapas, sekaligus menjaga proses pembinaan warga binaan tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (JB-01)

Pos terkait