Bupati Buru Selatan Hadiri Penanaman 1 Juta Pohon Sukun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Penghijauan Maluku

NAMROLE. Jejakberita, Com – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan di Maluku. Pemerintah Kabupaten Buru Selatan bersama TNI melalui Kodam XVI/Pattimura menunjukkan komitmen tersebut dengan mengikuti Gerakan Penanaman Serentak 1 Juta Pohon Sukun.

Program ini menjadi langkah nyata mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus memperluas kawasan hijau di Maluku dan Maluku Utara.Bupati Buru Selatan, La Hamidi, SH, menghadiri langsung Launching Penanaman Serentak 1 Juta Pohon Sukun yang dilaksanakan secara daring dan dilanjutkan dengan penanaman simbolis di Kota Namrole, Jumat (31/7/2026).

Gerakan bertajuk “Wujud Kepedulian Kodam XVI/Pattimura untuk Ketahanan Pangan dan Penghijauan Maluku serta Maluku Utara” tersebut menjadi bagian dari program strategis Kodam XVI/Pattimura dalam mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI-Polri, termasuk perwakilan Kodim 1506/Namlea dan Polres Buru Selatan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama unsur Forkopimda dan perwira TNI-Polri melakukan penanaman bibit pohon sukun secara simbolis sebagai tanda dimulainya gerakan penanaman di Kabupaten Buru Selatan. Selanjutnya, bibit-bibit sukun akan didistribusikan ke berbagai kecamatan untuk ditanam secara bertahap.

Bupati La Hamidi mengatakan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan penanaman satu juta pohon sukun yang diinisiasi Kodam XVI/Pattimura.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan penanaman satu juta pohon sukun ini. Sukun merupakan tanaman lokal yang memiliki nilai strategis karena mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat, sekaligus berfungsi menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menanam, merawat, dan menjaga pohon-pohon yang ditanam hari ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” ujar La Hamidi.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari komitmen seluruh pihak dalam merawatnya hingga tumbuh dan berbuah.

“Kami akan terus bersinergi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat agar gerakan ini menjadi budaya bersama. Kami berharap pohon-pohon sukun yang ditanam hari ini kelak mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam di Kabupaten Buru Selatan,” katanya.

Pohon sukun dinilai memiliki manfaat ganda. Selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan yang mampu membantu konservasi tanah dan menjaga daerah aliran sungai, sukun juga merupakan sumber pangan alternatif kaya karbohidrat yang berpotensi mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Gerakan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama menjaga lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berharap seluruh bibit yang ditanam dapat dipelihara hingga tumbuh dan berbuah sehingga memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan daerah yang mengedepankan keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem.

Gerakan Penanaman Serentak 1 Juta Pohon Sukun diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan Maluku dan Maluku Utara yang lebih hijau, mandiri pangan, dan berkelanjutan. (JB-01)

Pos terkait