Bupati Buru Selatan Letakkan Batu Pertama Balai Sosial untuk Komunitas Adat Terpencil di Wamsisi

Jb. Com, Namrole – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mulai merealisasikan pembangunan balai sosial bagi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Mangga Dua, Desa Wamsisi, Kecamatan Waesama. Program yang bersumber dari Kementerian Sosial RI itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Buru Selatan La Hamidi, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gerson E. Selsily, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Selain peletakan batu pertama, pemerintah juga menyerahkan bantuan stimulan sosial kepada warga Komunitas Adat Terpencil.

Dalam sambutannya, Bupati La Hamidi menegaskan program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di wilayah terpencil, sekaligus hasil komunikasi aktif Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dengan Kementerian Sosial.

“Program ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI yang hadir di Kabupaten Buru Selatan melalui komunikasi pemerintah daerah. Program ini diperuntukkan bagi warga Komunitas Adat Terpencil dan menjadi bagian dari ikhtiar kami menunaikan janji kepada masyarakat,” kata La Hamidi.

Ia menyebut pembangunan balai sosial dan bantuan stimulan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama warga yang selama ini berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan sosial dan pembangunan.

La Hamidi juga meminta seluruh masyarakat Buru Selatan mendukung berbagai program pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran.

Menurutnya, program bantuan sosial untuk Komunitas Adat Terpencil akan dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat lain yang belum menerima bantuan dapat memperoleh program serupa pada tahap berikutnya.

“Pemerintah daerah berkomitmen agar program seperti ini terus berlanjut sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Pembangunan balai sosial tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus sarana pemberdayaan sosial bagi warga Komunitas Adat Terpencil di Kecamatan Waesama. (JB-01)

Pos terkait